BANJAR, AKURATNEWS.co – Kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Jawa Barat.

Kali ini, puluhan siswa SMP Negeri (SMPN) 3 Banjar mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program andalan pemerintah tersebut pada Rabu (1/10).

Peristiwa ini menimbulkan geger dan kepanikan di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa yang tiba-tiba merasa sesak napas, mual, hingga pusing terpaksa dievakuasi ke rumah sakit.

Plh. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, Adeng Hendrawan, membenarkan insiden ini.

“Sudah 18 siswa yang kini diangkut ke RS PMC Banjar. Sekarang masih tahap evakuasi. Jumlah bisa saja bertambah,” ujar Adeng saat dikonfirmasi awak media.

Para korban sendiri dibawa ke RS PMC Kota Banjar. Situasi RS pun terlihat sibuk. Tenaga medis terus menerima kedatangan siswa yang menjadi korban keracunan.

Suasana di RS PMC Banjar yang kedatangan korban keracunan MBG di SMPN 3 Banjar.

Seorang petugas rumah sakit menyebut mayoritas siswa mengeluhkan sesak napas, mual, dan pusing.

“Sudah masuk pasien dari SMP 3 Banjar. Gejalanya sesak napas kebanyakan, selain itu juga ada yang mual dan pusing,” ujarnya.

Gejala sesak napas yang dialami sebagian korban menimbulkan kekhawatiran lebih serius. Dokter dan perawat pun masih berupaya memberikan penanganan intensif kepada para siswa.

Dari data yang dikumpulkan hingga siang ini, 11 korban dilarikan ke RS PMC dan  17 korban ke RSU Kota Banjar.

Program MBG di SMP Negeri 3 Banjar disuplai  salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di kota tersebut. Hingga kini investigasi masih dilakukan untuk memastikan makanan atau bahan apa yang menyebabkan puluhan siswa mengalami keracunan.

Ironisnya, seluruh dapur MBG di Kota Banjar ternyata belum mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) yang merupakan dokumen krusial yang menjamin dapur memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, Saifuddin, mengakui hal ini.

“Dari semua SPPG yang ada di Kota Banjar, semuanya tengah berproses. Karena untuk mendapatkan SLHS, ada tahapan ketat yang harus dilalui,” ungkapnya, Jumat (26/9) seperti dilansir dari Tribun Jabar.

Kasus di Banjar menambah panjang daftar keracunan MBG yang sebelumnya juga terjadi di wilayah Ciamis dan Pamarican, kota yang berbatasan dengan Banjar.

Warga Banjar pun semakin cemas dan mempertanyakan keamanan program yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi pelajar. (NVR)

By editor2