JAKARTA, AKURATNEWS.co – Jelang Hari Pahlawan, film ‘Lafran’ yang telah rilis di bioskop Juni 2024, kini hadir di platform Over-the-Top (OTT) MAXStream dan aplikasi MyTelkomsel Super App.
Film yang mengangkat kisah perjuangan Lafran Pane, tokoh muda nasionalis yang membangkitkan semangat keindonesiaan di tengah polemik nasionalisme dan keislaman pada masa awal kemerdekaan ini seperti diungkapkan Vice President Digital Lifestyle Telkomsel, Lesley Simpson, ditayangkan MAXStream dan MyTelkomsel Super App adalah bagian dari komitmen Telkomsel menyediakan konten berkualitas yang dapat diakses luas masyarakat.
“Kami berharap dengan penayangan film Lafran di MAXStream, pesan kepahlawanan dan nasionalisme dalam film ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada ribuan hingga jutaan penonton yang belum sempat menyaksikan film ini di bioskop,” ujar Lesley di Jakarta, Selasa (5/11).
Ia menambahkan, dalam rangka Hari Pahlawan, tema kepahlawanan dalam film nasional perlu didorong untuk memberi semangat mendalam terhadap nilai kebangsaan.
“Kami ingin agar semangat kepahlawanan yang dibawa Lafran Pane dapat tersampaikan kepada masyarakat Indonesia, sehingga membangkitkan rasa cinta tanah air secara nyata,” imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, aktor senior Mathias Muchus yang hadir, menilai film ini berhasil menyuguhkan pesan kuat tentang nasionalisme dan keislaman, dua nilai yang menjadi pusat kehidupan Lafran Pane.
“Saya melihat Lafran sebagai film yang sangat relevan bagi penonton Indonesia saat ini. Nilai-nilai yang diangkat, khususnya soal nasionalisme dan keislaman, adalah dua hal yang masih sangat perlu kita dalami bersama,” ujar Mathias.
Menurutnya, film ini tidak hanya menyoroti sejarah masa lalu, tetapi juga mencerminkan situasi sosial di Indonesia saat ini.
“Lafran mengajarkan kita bagaimana menjadi seorang nasionalis tanpa harus meninggalkan identitas keislaman. Sebuah perpaduan yang indah dan relevan, apalagi di masa di mana kita perlu memperkuat persatuan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi upaya sutradara dan tim produksi dalam menyajikan latar sejarah secara detail.
“Salah satu kekuatan dari Lafran adalah detailnya. Penonton bisa merasakan suasana masa awal kemerdekaan, di mana isu nasionalisme dan agama saling bersinggungan dan dibahas dengan penuh intelektualitas. Ini menunjukkan kualitas riset yang mendalam dan penggarapan yang serius dari tim produksi,” ungkapnya.
Selain itu, Mathias menyoroti bagaimana karakter Lafran Pane yang diperankan dengan penuh dedikasi oleh Dimas Anggara berhasil menghadirkan sosok yang tangguh, idealis, dan penuh semangat perjuangan.
“Memerankan tokoh sebesar Lafran Pane itu tidak mudah, tetapi menurut saya, Dimas berhasil menampilkan sosok kuat dan meyakinkan. Penonton bisa melihat proses perkembangan karakter Lafran, dari mahasiswa biasa menjadi seorang pejuang nasionalis,” kata Mathias.
Bagi Mathias, film Lafran juga memiliki potensi besar untuk menginspirasi generasi muda agar lebih memahami sejarah perjuangan nasional dan berkontribusi aktif bagi bangsa. Ia pun berharap Lafran bisa menjadi contoh untuk produksi film biopik lainnya yang mengangkat tokoh-tokoh Indonesia.
“Film ini bukan hanya soal hiburan, tetapi sebuah medium pembelajaran dan pengenalan sejarah yang hidup. Saya harap ada lebih banyak film biopik seperti ini, sehingga anak-anak muda kita bisa lebih menghargai sejarah dan terinspirasi untuk berbuat lebih baik bagi bangsa,” tambahnya.
Mathias juga berharap film Lafran mendapat sambutan luas di platform digital agar pesannya dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Film ini punya banyak nilai baik, dan saya pikir, dengan kehadirannya di MAXStream dan MyTelkomsel Super App, akan makin banyak masyarakat yang dapat mengakses dan belajar dari kisah Lafran Pane. Semoga film ini menjadi inspirasi bagi kita semua dalam menghidupkan semangat nasionalisme yang penuh toleransi,” pungkasnya.
Sedangkan Produser Eksekutif Lafran, Ahmad Doli Kurnia menyampaikan apresiasi kepada Telkomsel atas dukungannya dalam menayangkan film tersebut ke lebih banyak penonton di seluruh Indonesia.
“Lafran adalah bentuk penghormatan atas perjuangan dan nilai nasionalisme yang relevan sepanjang masa. Melalui kolaborasi dengan MAXStream, kami berharap pesan inspiratif dalam Lafran dapat dijangkau generasi muda dan keluarga di Indonesia,” ujar Doli. (NVR)
