JAKARTA, AKURATNEWS.co – Guna meningkatkan kerja sama erat antara China dan Indonesia serta terus mempromosikan pembangunan bersama ‘One belt One Road’ yang berkualitas tinggi antara kedua negara, ajang Indonesia Industrial Machinery and Electronic Product Exhibition 2023 remi dibuka pada Kamis (2/10).
Ajang unag disponsori Kamar Dagang Impor dan Ekspor Mesin dan Produk Elektronik China dan China Chemical Information Center Co., Ltd ini dibuka dengan spektakuler di Jakarta International Expo (JIExp0).
Ajang ini juga mendapat dukungan kuat dari departemen sponsor bisnis Chongqing, Provinsi Henan, Provinsi Zhejiang dan provinsi serta kota lainnya, serta Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia, Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia, Asosiasi Produsen Logam dan Mekanik Indonesia, dan Federasi Industri Kelistrikan, Persatuan Percetakan Indonesia dan negara-negara lain di luar negeri.
Minister Counsellor Bagian Ekonomi dan Komersial Kedutaan Besar China untuk Indonesia, Shi Ziming, Direktur Departemen Industri Hasil Perkebunan Kehutanan Kementerian Perindustrian, Â Merrijantij Punguan Pintaria, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Indonesia Kamar Dagang China untuk Impor dan Ekspor Mesin dan Produk Elektronik, Guo Kuilong Manager China Chemical Information Center Co., Ltd. , Liana Bratasida Peraga, Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia dan Achmad Riandhie selaku Sekretaris Eksekutif Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia, Perwakilan dari Kamar Dagang Indonesia China, Departemen Perindustrian dan Teknologi Informasi Provinsi Henan, Kantor Promosi Perdagangan Luar Negeri Komisi Perdagangan Kota Chongqing, Federasi Industri Logam dan Mekanikal dan Elektrikal Indonesia, Asosiasi Percetakan Indonesia, dan PT Peraga Nusantara Jaya Sakti hadir dalam peresmian ajang ini.
Kemitraan kerja sama strategis komprehensif kedua negara mempunyai momentum perkembangan yang baik. Kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia telah membuahkan hasil. Berdasarkan statistik Administrasi Umum Kepabeanan, pada Januari hingga September 2023, total volume perdagangan antara China dan Indonesia mencapai US$103,4 miliar, total ekspor China ke Indonesia sebesar US$48,3 miliar, dan total impor dari Indonesia sebesar US$55 miliar, dari dimana total volume perdagangan produk mekanikal dan Berdasarkan statistik Administrasi Umum Kepabeanan, pada Januari hingga September 2023, total volume perdagangan antara hina dan Indonesia mencapai US$103,4 miliar, total ekspor China ke Indonesia sebesar US$48,3 miliar, dan total impor dari Indonesia sebesar US$55 miliar, dari dimana total volume perdagangan produk mekanikal dan elektrikal adalah 27,3 miliar dolar AS, terhitung 26% dari total perdagangan barang dagangan. Ekspor utama China ke Indonesia adalah mesin dan peralatan, peralatan listrik, logam dan produknya, serta suku cadang mobil. Indonesia, sebagai eksportir kertas dan pulp komersial terbesar, merupakan salah satu negara terbesar di dunia dan sumber pulp terbesar kedua di China. Kerja sama industri elektromekanis kedua negara mempunyai potensi pasar dan ruang kerja sama yang sangat besar
‘China telah menjadi mitra dagang, sumber impor dan pasar ekspor terbesar bagi Indonesia selama beberapa tahun berturut-turut. Indonesia merupakan mitra terpenting China dalam bersama-sama membangun ‘Belt and Road’ dan ‘Global Maritime Fulcrum’. Kemitraan kerja sama strategis komprehensif kedua negara mempunyai momentum perkembangan yang baik. Kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia telah membuahkan hasil. Berdasarkan statistik Administrasi Umum Kepabeanan, pada Januari hingga September 2023, total volume perdagangan antara China dan Indonesia mencapai US$103,4 miliar, total ekspor China ke Indonesia sebesar US$48,3 miliar, dan total impor dari Indonesia sebesar US$55 miliar,” ujar Direktur Departemen Industri Hasil Perkebunan Kehutanan Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria.
Luas total ruangan ajang ini adalah 4.000-meter persegi dan menyatukan hampir seratus perusahaan pameran Tiongkok dari Chongqing, Fujian, Guangdong, Henan, Jiangsu, Shandong, Sichuan, Zhejiang, dan provinsi lainnya.
Pameran yang sejalan dengan pasar Indonesia ini meliputi energi listrik dan peralatan listrik, mesin umum, permesinan dan suku cadang, aksesoris mobil dan sepeda motor, peralatan pulping, mesin kertas, bahan kimia kertas dan bidang industri lainnya.
Pada periode yang sama, Kamar Dagang Mesin dan Elektronik China mengadakan serangkaian seminar industri dan kegiatan pendukung terkait dengan Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) dan Asosiasi Produsen Tenaga Listrik Indonesia (APPI). Asosiasi bisnis profesional dan perusahaan dari Tiongkok dan Indonesia menghadiri seminar tersebut untuk berbagi tentang standar industri negara tersebut, arah dukungan kebijakan dan tren perkembangan industri terkait.
Selama pameran, Kamar Dagang China untuk Mesin dan Elektronik merencanakan sesi negosiasi business matching ‘one by one’ antara peserta pameran Tiongkok dengan konsumen lokal Indonesia, menyediakan layanan komunikasi docking yang akurat dan efisien bagi pihak pemasok dan permintaan, dan membangun sebuah platform bagi perusahaan-perusahaan dari kedua negara untuk lebih memperdalam kerja sama dan pertukaran. kondisi telah dibuat. (NVR)
