TEHERAN, AKURATNEWS.co – Ketegangan di Timur Tengah kian meningkat tajam setelah Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS), Inggris dan Prancis, menyusul dukungan militer ketiga negara tersebut terhadap Israel dalam konflik terbaru.

Pemerintah Iran menyatakan, setiap bentuk bantuan dari negara-negara itu untuk menggagalkan serangan balasan Iran terhadap Israel akan dianggap sebagai tindakan permusuhan langsung.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita semi-resmi Mehr, Iran menegaskan bahwa “semua pangkalan militer dan kapal milik negara yang terlibat dalam menangkal serangan balasan ke Israel akan menjadi target serangan Iran.”

Peringatan ini juga berlaku untuk fasilitas militer yang ditempatkan di kawasan Teluk Persia dan Laut Merah.

“Jika negara-negara seperti AS, Inggris, dan Prancis kembali campur tangan dalam urusan ini, maka semua aset militer mereka di kawasan tidak akan aman,” demikian pernyataan resmi Pemerintah Iran seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (13/6).

Pernyataan itu muncul tak lama setelah serangan balasan Iran terhadap Israel dalam operasi yang diberi nama “True Promise III”, sebagai respons atas serangan udara Israel sebelumnya yang menargetkan sejumlah lokasi penting di Iran, termasuk fasilitas nuklir dan ilmuwan terkait program nuklir.

Serangan Israel pada Jumat (13/6) itu menewaskan sedikitnya 86 orang dan melukai 341 lainnya, menurut laporan dari sumber medis lokal. Israel menyatakan serangan tersebut sebagai tindakan preventif untuk “menghentikan pengembangan kemampuan nuklir Iran yang mengancam stabilitas regional.”

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan telah mengetahui rencana serangan Israel terhadap Iran tersebut, meskipun Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait peran atau dukungan langsung AS dalam operasi itu.

Sebagai tanggapan, Iran meluncurkan gelombang serangan balasan ke sejumlah wilayah di Israel, menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Serangan ini menandai peningkatan signifikan dalam konflik militer antara kedua negara dan berisiko memperluas skala perang ke negara-negara sekutu di kawasan.

Iran secara khusus menyoroti keberadaan pangkalan militer Barat di negara-negara Teluk seperti Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab, serta kapal-kapal angkatan laut yang beroperasi di Laut Merah dan Teluk Persia. Menurut pihak Iran, keberadaan aset-aset militer itu dapat dijadikan sasaran sah jika konflik semakin memanas dan intervensi asing terus berlanjut.

Analis regional menilai pernyataan Teheran ini sebagai sinyal eskalasi serius yang dapat menyeret kawasan lebih dalam ke konflik bersenjata multinasional. Sejumlah negara Teluk dilaporkan tengah mempersiapkan sistem pertahanan mereka, dan komunitas internasional menyerukan agar semua pihak menahan diri.

PBB, Uni Eropa, dan sejumlah negara non blok menyerukan deeskalasi segera dan mendesak semua pihak untuk kembali ke meja diplomasi. Namun, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda penurunan ketegangan.

Pengamat politik internasional memperingatkan bahwa keterlibatan langsung negara-negara besar seperti AS, Inggris, dan Prancis dapat memicu konflik yang lebih luas, bahkan berpotensi menyeret NATO dan negara-negara Timur Tengah lainnya ke dalam krisis militer terbuka. (NVR)

By editor2