JAKARTA, AKURATNEWS.co – Nama dr Ayu Widyaningrum dipanggil ke atas panggung Women’s Inspiration Awards 2025.
Mengenakan gaun elegan dan senyum tulus, dokter asal Banjarmasin ini menerima penghargaan untuk kategori Women in Innovation and Technology.
Sebuah pengakuan nasional bagi perempuan yang tak henti menjelajahi batas-batas ilmu dan teknologi demi kemajuan masyarakat.
Filosofi hidup dr Ayu sederhana tapi dalam: tak henti bersyukur dan belajar. Nilai inilah yang membawanya dari seorang praktisi estetika di Kalimantan dan menjadi pemilik Widya Aesthetic Clinic yang dikenal hingga mancanegara.
Bukan hanya sekadar mempercantik wajah, kiprahnya membawa pesan bahwa estetika bisa menjadi jembatan menuju kesehatan dan harapan.
Penghargaan ini bukan yang pertama. Dalam catatannya, ini adalah apresiasi ke-173 yang ia terima. Namun bagi dr Ayu, yang penting bukan jumlah piala, melainkan seberapa besar ilmunya bisa bermanfaat bagi orang banyak.
“Kita harus selalu mencari ilmu, bukan hanya di ruang kuliah, tapi di mana pun. Dari situlah muncul kreativitas dan inovasi,” ujar dr Ayu, Selasa (29/4).
Sebagai dokter yang terus belajar, dr. Ayu menekuni dunia stem cells, bidang yang masih tergolong baru di Indonesia, kini ia memperkenalkan M Smart Stem Cells, inovasi dari Korea Selatan berbasis blood stem cells atau sel darah.
Teknologi ini ia bawa langsung ke kliniknya, menjadikannya pionir dalam pendekatan yang lebih aman dan presisi dalam dunia dermatologi.
Namun ia tidak gegabah. Ia tahu bahwa teknologi, apalagi yang berhubungan dengan tubuh manusia, harus diiringi edukasi.
“Stem cells punya aturan, tidak bisa asal pakai. Terutama umbilical cord stem cells, karena bisa memicu sel kanker pada orang berisiko,” jelasnya.
Maka dari itu, ia selalu menekankan pentingnya pemeriksaan darah sebelum terapi.
Keunggulan stem cells yang ia teliti bukan sekadar meremajakan kulit. Ia menyebut bahwa terapi ini bahkan bisa membantu pasien HIV dan autoimun, serta mempercepat penyembuhan pasien dengan penyakit berat seperti stroke atau lupus.
Tak mudah menjadi perempuan inovatif di bidang yang masih banyak didominasi stigma dan skeptisisme. Tapi dr. Ayu memilih jalan berbeda: diam tapi terus berkarya. Ia mengikuti seminar dari Eropa hingga Asia, memperluas ilmunya tanpa banyak gembar-gembor.
Ia menghadirkan sejumlah perawatan canggih seperti Royal Cell Treatment untuk jerawat radang, Rate One Therapy untuk kulit glowing, hingga Luxury Booster Treatment yang aman untuk penderita diabetes, kanker, dan autoimun. Bahkan ada Biocell Simulator Collagen, jaringan sel kolagen yang diambil dari darah pasien sendiri, konsep yang nyaris revolusioner di Indonesia.
Malam penghargaan di iNews Tower ini mungkin hanya satu dari ratusan panggung yang pernah ia pijak. Tapi yang membuat momen itu istimewa adalah pesan yang ia sampaikan:
“Jangan pernah tunda untuk berkreativitas. Kita bisa belajar di mana pun. Jangan takut berbeda, karena dari perbedaan itulah kita menciptakan dampak,” ucapnya.
Dengan rendah hati, dr Ayu menegaskan bahwa penghargaan hanyalah pengingat, bukan tujuan. Tujuannya adalah bagaimana ia bisa terus berinovasi dan menjadi manfaat.
“Yang penting bukan penghargaannya, tapi seberapa luas kita bisa memberi manfaat untuk masyarakat sesuai potensi kita masing-masing,” tutupnya.
Dalam dunia yang sering kali menilai perempuan dari kulit luar, dr. Ayu mengajarkan bahwa sejatinya kekuatan perempuan ada pada semangat untuk terus tumbuh, belajar, dan menginspirasi. (NVR)
