GORONTALO, AKURATNEWS.co –Â Usai debat ketiga Pilpres 2024, capres nomor urut satu, Anies Baswedan melanjutkan kampanye ke Provinsi Gorontalo. Kedatangan Anies ini merupakan kedatangan capres pertama ke Gorontalo.
Dalam kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 ini mengungkapkan alasan memilih Gorontalo sebagai tempat kampanyenya, padahal Gorontalo merupakan salah satu wilayah dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak terlalu banyak untuk Pemilu 2024 yakni hanya 881.206 pemilih.
“Ketika datang dan bertemu dengan rakyat Indonesia maka itu bukan soal jumlah tapi soal bagaimana kita berjuang bersama untuk Indonesia lebih baik,” kata Anies di acara Desak Anies di Gorontalo, Senin (8/1)
Anies menyebut, Provinsi Gorontalo adalah salah satu provinsi yang didatangi secara khusus untuk menyerap aspriasi dari masyarakat. Anies menilai, Gorontalo memiliki potensi yang besar dalam sektor pertanian.
“Gorontalo punya potensi yang sangat besar, kita tahu ada jagung, coklat, kelapa dan singkong. Singkongnya di sini berhasil tidak perlu pakai Food Estate, di sini petani-petani menanam singkong dan berhasil,” ujarnya.
Dia menuturkan, anggaran pertanian akan lebih optimal jika dialokasikan pada kebutuhan petani dibanding membangun Food Estate yang dikelola Kementrian Pertahanan untuk menjaga ketahanan pangan.
“Ini contoh ketika alokasi anggaran diberikan untuk petani melalui pupuknya melalui dukungan-dukungan yang lain itu jauh lebih optimal daripada kita membangun sebuah Food Estate,”
“Gorontalo kami datang, kami berharap bisa membawa pesan dari Gorontalo untuk seluruh Indonesia. Tidak perlu Food Estate tapi biarkan para petani didukung dan mereka akan bisa berproduksi yang baik untuk kebutuhan kita,” pungkasnya.
Saat berdialog dengan kelompok petani di Gorontalo di acara ini, Anies berkomitmen meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup para petani.
“Kita ingin agar para petani di Gorontalo bisa menjadi petani yang mampu menabung,” kata Anies.
Menurutnya, indikator sederhana untuk mengukur kesejahteraan petani yakni apabila para petani sudah bisa menabung dari hasil bertani.
Dia pun menegaskan akan memperbaiki tata niaga pertanian supaya para petani lebih sejahtera dan merasakan manfaat dari hasil tani yang mereka olah.
“Selama petani belum bisa menabung berarti petaninya belum sejahtera, apalagi petaninya tekor. Terjebak utang a b c d ketika panen hasilnya dipakai untuk membayar utang. Itulah yang terjadi di mana-mana,” ucapnya.
“Jadi kami ingin melakukan perubahan itu, tata niaga ingin kita seriusi dan harapannya nanti dari Gorontalo kita bisa punya contoh sebuah kawasan pertanian yang memiliki produktivitas yang tinggi, kesejahteraan petani yang tinggi, anak muda yang mau menjadi petani, sekolah pertanian yang maju, ekosistem kota pertanian yang menopang, dan Gorontalo bisa menjadi contoh untuk Indonesia,” jelasnya. (NVR)
