JAKARTA, AKURATNEWS.CO – Resmi sudah, Dr. Rudi Margono jabat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jakarta usai dilantik Jaksa Agung ST. Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Kamis (4/4).

Penempatan Mantan Kasubdit di Direktorat Penuntutan, Jampidsus di Kejati Jakarta meneruskan dominasi Jaksa Pidsus alias Gedung Bundar.

Sebelum ini, kursi tersebut diduduki tiga jaksa mantan Direktur Penyidikan, yakni Asri Agung Putra, Warih Sadono dan terakhir Febrie Adriansyah.

“Sudah tepat penempatan Rudi pada pada posisi itu. Punya kapasitas dan pengalaman tangani perkara korupsi, ” kata Pegiat Anti Korupsi, Iqbal Daud Hutapea, Kamis (4/4).

Iqbal beralasan Jakarta, yang lama hilang sebutan daerah khusus lantaran disahkannya UU IKN, lantaran Jakarta memiliki kompleksitas berbeda.

“Pusat industri jasa juga tempat Presiden dan Jajarannya bertempat tinggal di Jakarta, ” akhirinya.

Jampidsus Dr. Febrie Adriansyah dalam Halal bi Halal tahun lalu sempat menyebut Kejati DKI adalah Kejagung kedua.

“Oleh karena itu, Kejati DKI harus dapat memback-up setiap aktivitas yang dilakukan Kejagung, ” ujarnya.

Bersama Rudi, ikut dilantik Teguh Subroto sebagai Kajati Kepri, Agus Salim (Kajati Sulsel), Bambang Hariyanto (Kajari Sulteng), RD. Moh. Teguh Darmawan (Kajati Babel) dan Asep Maryono (Karo Perlengkapan pada Jambin).

ANTISIPASI

Dalam kesempatan itu, Jaksa Agung
minta para Kajati segera bersinergi dengan instansi terkait dan aparat penegak hukum lainnya.

“Semua guna mengawal penyelesaian tahap akhir Pemilu, khususnya mengantisipasi munculnya riak atau potensi konflik pasca Pemilu dengan tetap memperhatikan kewenangan yang dimiliki, ” pintanya.

Lainnya, dia minta untuk memastikan kesiapan para Jaksa sejak tahun ini untuk menguasai dan memahami spirit serta substansi KUHP Nasional dalam menyongsong pemberlakuannya pada tahun 2026.

Pada kesempatan itu, dia mengingatkan kepada para pejabat yang dilantik agar amanah yang diberikan dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Serta, komitmen yang sungguh-sungguh untuk bekerja keras dan cerdas diiringi dengan pengamalan nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa.

“Tidak lupa juga, saya imengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada ibu-ibu para istri. Tanpa andil doa ibu-ibu sekalian, keberhasilan para suami dalam mengemban amanah jabatannya akan jauh dari kata sempurna,” pungkas Burhanuddin./Ib

By Editor1