JAKARTA, AKURATNEWS.co – Di Pilpres 2024, sejumlah relawan militan Jokowi hijrah mendukung paslon Prabowo-Gibran. Relawan militan Jokowi ini menilai, sosok Prabowo mampu melanjutkan program-program pembangunan yang digagas Presiden Jokowi di dua periode ini.
Soal latar belakang hijrahnya relawan militan Jokowi ini diungkapkan salah satu militan Jokowi, Jimmy van Houten. Diutarakannya, ada tiga alasan hijrah mendukung Prabowo. Pertama, sosok Prabowo-lah yang bisa melanjutkan program Jokowi.
Kedua, pihak yang sanggup menjalani program Jokowi adalah Prabowo. Dan ketiga, tentunya Prabowo-lah yang akan loyal dan konsisten mengawal program Jokowi saat menjadi presiden mendatang.
“Tak lama lagi kita menghadapi Indonesia Emas 2045, dan ini sudah berjalan 65 persen menuju ke sana. Kalau semua dirombak, tentu nggak akan jadi nantinya,” ucap Jimmy di Jakarta, Rabu (17/1).
Selain itu, Prabowo juga dianggap memiliki kemampuan dan pengalamannya yang sangat cukup di kabinet dan militer. Ketua Umum Partai Gerindra ini diyakini bisa menghadapi tantangan bagi Indonesia ke depan, salah satunya geopolitik.
“Kalau dilihat dari pengalaman dan kemampuan, jujur saja yang bisa saya lihat itu cuma Pak Prabowo,” ujar Jimmy.
Ia melihat, belum ada paslon lain yang mampu mengimbangi kapabilitas Prabowo yang selama ini berkecimpung di skala nasional maupun internasional mendampingi Presiden Jokowi. Paslon lain, menurutnya, masih berkutat pada skala lokal atau daerah.
“Mungkin mereka secara domestik oke, tapi secara geopolitik kalau runtuh kita mau bilang apa? Untung pas Covid-19 kemarin kita nggak jatuh, itu karena kepemimpinan Pak Jokowi,” jelas Jimmy.
Dengan kepiawaian Jokowi, kata dia, Indonesia mampu menghindari jeratan utang dari Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) saat pagebluk Covid-19. Bahkan perekonomian negara Singapura sampai mengalami resesi di atas 10 persen karena Covid-19.
“Kita masih bisa positif 2-3 persen, Anda bayangkan dalam kondisi Covid-19, padahal keuangan lagi compang-camping begitu. Dan kalau dilihat situasi politik luar negeri saat ini ngeri banget lho, kita ini nanti di mana karena bisa digencet (blok) barat dan timur,” jelasnya.
Menurutnya, jika Prabowo menang di Pilpres nanti, fokusnya akan membenahi urusan dalam negeri terlebih dahulu. Jika perekonomian sudah semakin stabil, barulah Prabowo akan fokus pada kerja sama luar negeri.
“Lihat saja di video yang beredar saat diwawancarai Dubes Jepang (Kanasugi Kenji),” ujar pria yang kini juga menjadi relawan di Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran ini.
Untuk diketahui, Jimmy memiliki kedekatan dengan Jokowi saat mencalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012 lalu.
Bahkan sosok Jokowi, sangat menyukai sosok ayah Jimmy, Bartje van Houten.
“Saya memang sudah dekat dengan Pak Jokowi, sampai akhirnya saya mendukungnya dan membuat pergerakan seni budaya,” kata.
Jimmy yang juga berkecimpung di dunia musik ini juga pernah membuat konser musik Salam 2 Jari di 2019 bersama gitaris Slank, Abdee Negara. (NVR)
