JAKARTA, AKURATNEWS.co – Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi (551) telah meninggalkan Pelabuhan Taranto, Italia pada Senin (24/8/2026). Kapal induk tersebut melakukan pelayaran menuju Indonesia, dan dijadwalkan akan tiba di Indonesia pada pertengahan hingga pekan ketiga September 2026.
Kepala Biro Infohan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo Sirait menjelaskan, Kapal Induk Garibaldi bakal transit di dua negara, sebelum sampai di Indonesia.
“Dalam pelayarannya menuju Indonesia, Garibaldi direncanakan melintasi Terusan Suez, dengan agenda singgah di Jeddah, Arab Saudi, dan Colombo, Sri Lanka,” kata Rico, seperti dilansir dari Republika, Kamis (27/8/2026).
Menurut dia, setelah singgah di Colombo, Garibaldi bakal menuju Lampung, untuk selanjutnya ke Jakarta. Meski begitu, kata Rico, seluruh operasi selama perjalanan tergantung TNI AL. “Untuk detail rute pelayaran selanjutnya akan menyesuaikan dengan rencana operasi dan navigasi kapal,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksdya Edwin memastikan, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi (551) bakal tiba tepat waktu di Indonesia pada pekan ketiga September 2026. Dalam perjalanan ke Indonesia, kata dia, personel TNI AL didampingi Marina Militare (AL Italia) untuk mengoperasikan kapal induk produksi Fincantieri tersebut.
“Alhamdulillah semua sudah (selesai administrasinya). Satgas sudah kita kirim kemarin itu 100 (personel),” kata Edwin kepada Republika di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).
Dirjen Kekuatan Pertahanan (Kuathan) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Marsda Hendrikus Haris Haryanto mengatakan, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi (C551) akan datang di Indonesia pada 20 September 2026. “Rencana kedatangan kapal pada tanggal 20 September 2026,” kata Hendrikus dalam rapat yang dipantau di akun YouTube TV Parlemen.
Untuk menyambut kedatangan kapal induk pertama milik Indonesia tersebut, kata dia, TNI AL sudah melakukan berbagai persiapan. Di antaranya, pengiriman pasukan ke Italia untuk dilatih menjadi awak kapal induk. Tercatat ada 100 personel yang telah dikirim oleh TNI./Ib.
