TERNATE, AKURATNEWS.co – Kasus pembunuhan di Halmahera Tengah tidak berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), hal itu diungkapkan oleh Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono. Polisi menduga peristiwa tersebut dipicu provokasi dan penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
“Kejadian ini bukan konflik SARA. Ada indikasi dipengaruhi oleh provokasi dan penyebaran informasi yang belum tentu benar,” ujar Waris Agono dilansir dari Antara, Selasa (7/4/2026).
Kapolda menjelaskan, penyidik saat ini tengah menelusuri seluruh fakta, termasuk keterangan korban selamat yang dinilai krusial dalam mengungkap peristiwa tersebut.
“Keterangan mereka akan menjadi salah satu rujukan utama dalam penyidikan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya.
“Jangan sampai isu yang tidak pasti memperkeruh situasi dan menimbulkan kesalahpahaman,” tegasnya.
Waris memastikan hingga saat ini belum ditemukan bukti yang mengaitkan kelompok masyarakat tertentu dengan kejadian tersebut. Polisi juga terus mendalami dugaan provokasi yang berpotensi memicu ketegangan.
“Siapa pun yang berupaya memecah belah atau memperkeruh situasi akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Untuk mempercepat proses penyidikan, Mabes Polri berencana menurunkan tim khusus guna membantu penanganan kasus di Maluku Utara.
Kapolda kembali menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kondusivitas dengan tidak terpancing isu yang belum jelas.
“Berikan kami waktu untuk bekerja maksimal dalam mengungkap kasus ini,” pungkasnya.
Sementara itu, aparat keamanan terus memantau situasi di Halmahera Tengah guna memastikan kondisi tetap aman dan kondusif bagi masyarakat./Teg. Foto: Humas Polda Malut.
