JAKARTA, AKURATNEWS.co – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Takhta Suci Vatikan menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus pada Senin, 21 April 2025, pukul 07.35 waktu Roma, di kediamannya di Apartemen Santa Marta.
Dalam pernyataan resminya, KBRI Vatikan menyebut Paus Fransiskus sebagai sosok yang membawa angin segar dalam kepemimpinan Gereja Katolik. “Beliau adalah Paus belas kasih yang memberi perhatian besar kepada kaum terpinggirkan, baik secara sosial maupun geografis,” ungkap pernyataan itu.
Paus Fransiskus, yang lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires pada 17 Desember 1936, merupakan Paus pertama dari Amerika Latin dan juga dari Serikat Yesus. Ia dikenal karena pilihan hidupnya yang sederhana serta pesan-pesan yang kuat tentang kasih, lingkungan hidup, dan keadilan sosial.
KBRI Vatikan juga menyoroti pendekatan pastoral Paus Fransiskus yang sangat humanis dan penuh empati. “Warisan kepemimpinan beliau bukan hanya dalam kebijakan Gereja, tetapi juga dalam cara beliau hidup—rendah hati, terbuka, dan dekat dengan rakyat,” lanjut pernyataan itu.
Mengambil nama dari Santo Fransiskus dari Asisi, Paus Fransiskus memilih untuk tinggal di rumah tamu Vatikan ketimbang Istana Apostolik. Sikap ini menjadi simbol kuat dari semangat reformasi dan pendekatan inklusif yang ia bawa selama masa kepausannya.
KBRI menyatakan bahwa bangsa Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kemanusiaan, turut merasakan kehilangan besar atas wafatnya tokoh dunia yang mengedepankan kasih sebagai fondasi kehidupan./Ib.
