JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat Webinar: “Kreatif dan Inovatif Dengan Teknologi”. Seminar ini diselenggarakan pada hari Senin, 09 Mei 2023 melalui platform zoom meeting.

Dalam seminar tersebut terdapat tiga pembicara yang mumpuni pada bidangnya, yaitu Bapak Dr. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI. Narasumber kedua adalah Bapak Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI, serta mengundang Bapak Dr. Achmad Maulani  Selaku Pengamat Sosial Budaya dan Bapak Moh Ichwan DS selaku Pegiat Literasi Digital.

 Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Webinar yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Webinar tersebut memiliki beberapa tujuan di antaranya adalah untuk mendorong masyarakat agar lebih menjaga anak-anak dalam mengakses dunia digital; memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait metode pengawasan dan edukasi kepada anak-anak saat menggunakan platform digital yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Dirjen APTIKA Kementerian Kominfo; mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Sesi paparan diawali oleh sambutan dari Dr. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., selaku Anggota Komisi I DPR RI. Dalam paparanya mengatakan bahwa;

“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sejak era sosial media atau era digital yang sebetulnya sudah lama berlangsung, Saya menyambut baik terkait program-program KOMINFO untuk memberikan kesempatan untuk berperan dan mengabdi di masyarakat melalu dunia digital. Sebagaimana kita ketahui bahwa kecepatan dunia digital sekarang ini melebihi level kecepatan produktifitas kita. Sebagai contoh, ketika kita sudah memiliki platform, muncul platform yang baru dan bahkan di dunia Metaverse kita harus memasuki dunia imajinasi teknologi informasi yang lebih produktif,” kata Muhaimin.

Lebih lanjut Muhaimin Iskandar menambahkan, “Semua itu menuntut kita untuk mempersiapkan diri agar kita bias hadir dan mewarnai ruang-ruang produktif dari teknologi informasi. Semua itu tiada lain menuntut kita untuk benar-benar mempersiapkan diri agar kita bisa hadir dan mewarnai ruang-ruang produktif dari kemajuan teknologi informasi. Tidak ada kata lain dari kecerdasan kita, kreatifitas kita agar kita tidak tertinggal tapi justru mewarnai teknologi informasi,” tambahnya.

Paparan selanjutnya disampaikan oleh Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI melalui tampilan video. Dalam video tersebut Bapak yang akrab dipanggil Bapak Semmy menjelaskan bahwa,

“Pesatnya perkembangan teknologi yang semakin maju dengan adanya panedemic covid-19 telah mendorong kita untuk berinteraksi dan  melakuakan berbagai aktivitas melalui platform digital, kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegas bahwa kita berada di era percepatan trasnformasi digital. Dalam rangka menjalankan salah satu mandat tersebut terkait pengembangan SDM digital kementrian KOMINFO bersama gerakan nasional Literasi Digital, serta jejaring hadir untuk memberikan perhatian informasi digital yang menjadi kemampuan digital ditingkat dasar bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang baik masyarakat dengan pemerintah agar masyarakat tidak tertinggal dalam proses percepatan transformasi digital,” papar Semuel Abrijani.

Paparan materi ketiga disampaikan oleh Dr. Achmad Maulani selaku Pengamat Sosial Budaya. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa;

“Ada satu prinsip yang bisa penting untuk menjadi pegangan kita Bersama dan ini penting menjadi satu perspektif makro, menjadi kerangka berpikir kita, bagaimana kita akan menghadapi era ini dengan baik. Pertama, arah pergerakan dunia ditentukan oleh 3 faktor, yang pertama itu tentang agama. Agama masih menjadi satu determinan yang besar yang berperan merubah sejarah peradaban umat manusia, terutama agama-agama besar, jadi orang-orang mempunyai keterikatan itu semua dan didalam sejarah dia adalah salah satu faktor yang determinannya sangat tinggi sekali. Kedua adalah pasar,” papar Achmad Mulani.

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Moh Ichwan DS. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa; “Saat ini media online yang merasuk di gadget kita, dipenuhi konten hoax, ujaran kebencian (hate speech), bullying, radikalisme dan terorisme. Hal ini harus dilawan dengan membangun literasi digital yang cinta NKRI, setia pada Pancasila. Khususnya untuk kaum milenial. Menurut survey, 8 dari 10 orang akan sangat panik jika gadget mereka tertinggal. Mereka akan langsung balik untuk mengambil gadget kesayangannya itu. Hal itu disebut nomophobia (no-mobile phobia). Walaupun sebenernya tanpa smartphone tersebut, mereka masih tetap hidup dan tetap dapat bekerja atau beraktivitas biasa,” papar Moch Iswan.

           

By redaksi