JAKARTA, AKURATNEWS.co – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online yakni Ngobrol Bareng Legislator dengan mengusung tema ‘Etika Berpendapat di Media Sosial’.

Dalam seminar Ngobrol Bareng Legislator ini terdapat empat narasumber yang berkompeten pada bidangnya, yaitu Dr. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI. Narasumber kedua yakni Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc selaku Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI serta mengundang Dr. Achmad Maulani selaku Direktur Lembaga Kajian Kebijakan Publik.

Selain itu, dalam acara yang  diselenggarakan pada hari Senin, 22 Januari 2024 melalui platform zoom meeting ini  juga turut mengundang Moh. Ichwan Ds selaku Pegiat Literasi Jawa Tengah.

Seminar Ngobrol Bareng Legislator ini merupakan inisiasi yang di dukung oleh Kementerian Kominfo terhadap Program Ngobrol Bareng Legislator yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA.

Selain itu juga untuk  mewujudkan jaringan informasi dan media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. Seminar ini terdiri dari beberapa sesi, yaitu sesi pembukaan, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan sesi penutup.

Sesi pemaparan diawali oleh Dr. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. Dalam paparannya  beliau menyampaikan bahwa diskusi kali ini sangat bermanfaat untuk persiapan kita kedepannya dalam menghadapi keadaan dan tantangan, khususnya di era digital dan dunia maya yang semakin hari perkembangannya semakin pesat.

“Dunia digital telah mengubah kehidupan kita sehari-hari, saat ini kita tidak perlu lagi pergi ke pusat perbelanjaan untuk berbelanja dan tidak perlu pergi ke bank untuk melakukan transaksi. Kemudahan dalam dunia digital juga kita rasakan dalam mengakses berbagai informasi yang tentunya harus kita sikapi dengan bijak, jangan sampai dengan kemudahan dalam mengakses informasi membuat kita mudah termakan hoax. Dalam menyampaikan informasi juga ada beberapa hal yang perlu di perhatikan yaitu berita yang di sampaikan tidak boleh mengandung ujaran kebencian, dan kata-kata kasar. Sudah seharusnya media sosial menjadi alat untuk mempermudah kita dalam mengakses informasi yang dapat membuat Negara kita semakin erat. Semoga dengan adanya webinar ini dapat membuat masyarakat semakin bijak dalam dan siap dalam menghadapi kemajuan teknologi digital,” kata Muhaimin Iskandar di Jakarta, pada Senin, 22 Januari 2024.

Kemudian paparan selanjutnya berupa sambutan Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. Dalam pemaparannyabeliau menyampaikan bahwa perwujudan Indonesia digital tetap menjadi salah satu prioritas utama guna mewujudkan Indonesia yang semakin digital dan semakin maju.

“Kementerian Kominfo melalui Dirjen Aplikasi Informatika terus berkomitmen dalam menyelenggarakan berbagai inisiatif dan program peningkatan literasi digital untuk mendukung upaya transformasi digital yang inklusif, pemberdayaan serta berkelanjutan. Upaya transformasi digital ini akan terus dilakukan untuk mendorong perekonomian bangsa dan membuka berbagai peluang bagi seluruh masyarakat Indonesia. Perkembangan teknologi digital saat ini telah merubah cara kita bekerja, cara kita berusaha dan cara kita menjalani kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, Kementerian Kominfo terus melakukan peningkatan kesadaran, pengetahuan dan kecakapan digital yang ditujukan pada 3 sektor yaitu masyarakat umum, pemerintahan dan pendidikan melalui beberapa program literasi digital” papar Semuel Abrijani.

Pemaparan ketiga disampaikan oleh Dr. Achmad Maulani selaku Direktur Lembaga Kajian Kebijakan Publik. Pada diskusi kali ini membahas tenang etika berpendapat di media sosial, saat ini hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah dapat mengakses teknologi mulai dari palform whatsapp, google, youtube, instagram dan masih banyak lagi.

“Pada era digital ini kita hanya memiliki dua pilihan yaitu kita harus bisa mengikuti perkembangan jaman atau kita akan tergerus oleh kemajuan jaman. Maka dari itu kita harus menjadi generasi yang cakap digital dan dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Berkat perkembangan teknologi saat ini masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang, namun tidak hanya dampak positif saja yang dirasakan, dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat juga ada yaitu masyarakat jadi hanya terfokus pada diri sendiri dan kurang bisa menghargai satu sama lain. Oleh karena itu masyarakat dihimbau agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi jangan sampai kita menjadi budak teknologi. Selain itu dalam bersosial media ada etika berkomunikasi yang perlu diperhatikan, hal itu sangat penting agar tidak menaburkan kebencian. Kita harus bisa memfilter informasi yang kita dapatkan dan harus bisa berpikir rasional sebelum menyebarkan informasi,” papar Achmad Maulani.

Paparan terakhir disampaikan oleh Moh. Ichwan Ds selaku Pegiat Literasi Jawa Tengah. Dalam pemaparannya beliau  menyampaikan materi antara lain tentang pentingnya menjaga etika di era digital.

“Kemajuan teknologi pada era milenial ini selain memberikan dampak positif, juga memberikan dampak negatif. Kemudahan dalam mengakses informasi juga membuat hampir 80% masyarakat tidak bisa membedakan antara informasi fakta dan hoax, selain itu banyak masyarakat yang kecanduan internet, bahkan ada masyarakat yang kecaduan judi online. Maka dari itu masyarakat harus waspada dan cerdas dalam menerima informasi. Pada saat ini di Indonesia sudah ada pasal yang mengatur terkait dengan penyebaran atau pemberitahuan informasi yang salah yaitu Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946. Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan dalam memvalidasi informasi yaitu dengan cara mencermati alamat situs informasi, memeriksa fakta, memeriksa keaslian gambar serta harus berani melawan siapapun yang mengumbar dan mengujar kebencian, permusuhan dan adu domba,” papar Moh. Ichwan.

Para narasumber sepakat bahwa perkembangan digital saat ini sudah sangat pesat, maka dari itu kita harus bisa beradaptasi, melakukan inovasi dan membangun literasi digital yang baik. Jangan sampai kita terjebak oleh informasi yang tidak benar lalu di adu domba dan terpecah belah./Ib.

By Editor1