JAKARTA, AKURATNEWS.co – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online yakni Ngobrol Bareng Legislator dengan mengusung tema: “Hati-Hati Jaga Data Pribadi”, yang diselenggarakan pada hari Rabu, 24 Januari 2024 melalui platform zoom meeting.

Dalam seminar Ngobrol Bareng Legislator ini terdapat empat narasumber yang berkompeten pada bidangnya, yaitu Bapak Dr. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI. Narasumber kedua yakni Bapak Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc selaku Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI serta mengundang Bapak Arif Hidayat, SH., M.H. selaku Dosen UNES Semarang. Selain itu, dalam acara ini juga turut mengundang Bapak Dr. Achmad Maulani selaku Direktur Lembaga Kajian Kebijakan Publik.

Seminar ini merupakan inisiasi yang didukung oleh Kementerian Kominfo terhadap Program Ngobrol Bareng Legislator yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat.

Selain itu juga untuk memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi dan media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. Seminar ini terdiri dari beberapa sesi, yaitu sesi pembukaan, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan sesi penutup.

Sesi pemaparan diawali dengan pengantar dari  Dr. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. Beliau menyampaikan bahwa diskusi kali ini sangat bermanfaat untuk persiapan kita kedepannya dalam menghadapi keadaan dan tantangan, khususnya di era digital dan dunia maya yang semakin hari perkembangannya semakin pesat.

“Dunia digital telah mengubah kehidupan kita sehari-hari, saat ini kita tidak perlu lagi pergi ke pusat perbelanjaan untuk berbelanja dan tidak perlu pergi ke bank untuk melakukan transaksi. Kemudahan dalam dunia digital juga kita rasakan dalam mengakses berbagai informasi yang tentunya harus kita sikapi dengan bijak, jangan sampai dengan kemudahan dalam mengakses informasi membuat kita mudah termakan hoax. Dalam menyampaikan informasi juga ada beberapa hal yang perlu di perhatikan yaitu berita yang di sampaikan tidak boleh mengandung ujaran kebencian, dan kata-kata kasar. Sudah seharusnya media sosial menjadi alat untuk mempermudah kita dalam mengakses informasi yang dapat membuat negara kita semakin erat. Semoga dengan adanya webinar ini dapat membuat masyarakat semakin bijak dalam dan siap dalam menghadapi kemajuan teknologi digital”, papar Muhaimin Iskandar.

Selanjutnya adalah sambutan oleh Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa perwujudan Indonesia digital tetap menjadi salah satu prioritas utama guna mewujudkan Indonesia yang semakin digital dan semakin maju.

“Kementerian Kominfo melalui Dirjen Aplikasi Informatika terus berkomitmen dalam menyelenggarakan berbagai inisiatif dan program peningkatan literasi digital untuk mendukung upaya transformasi digital yang inklusif, pemberdayaan serta berkelanjutan. Upaya transformasi digital ini akan terus dilakukan untuk mendorong perekonomian bangsa dan membuka berbagai peluang bagi seluruh masyarakat Indonesia. Perkembangan teknologi digital saat ini telah merubah cara kita bekerja, cara kita berusaha dan cara kita menjalani kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, Kementerian Kominfo terus melakukan peningkatan kesadaran, pengetahuan dan kecakapan digital yang ditujukan pada 3 sektor yaitu masyarakat umum, pemerintahan dan pendidikan melalui beberapa program literasi digital,” papar Semuel Abrijani dalam sambutannya.

Pemaparan ketiga disampaikan oleh Arif Hidayat, SH., M.H. selaku Dosen UNES Semarang. Pada diskusi kali ini membahas tentang literasi digital adalah kecakapan menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggung jawab untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi.

“Literasi teknologi adalah memahami cara kerja mesin aplikasi teknologi (coding, artificial intelligence, dan engineering principle). Literasi data adalah kemampuan untuk membaca analisis dan menggunakan informasi di dunia digital. Terdapat jenis pencurian data yaitu phising, email palsu untuk menipu dan merampok data. Sosial engineering yaitu mendapatkan kepercayaan korban untuk mengekstrak data pribadi. Selanjutnya spear phising memiliki tujuan yang sama dengan phising normal tetapi menargetkan grup atau individu. Pastikan memilih menggunakan identitas asli atau samaran saat mengelola akun platform digital serta bertanggung jawab atas pilihan tersebut. Kemudian amankan identitas utama yakni alamat surat elektronik yang kita gunakan untuk mendaftar suatu platform digital. Lalu lindungi dan konsolidasikan identitas digital dalam berbagai platform digital yang dimiliki;” papar Arif Hidayat.

Paparan terakhir disampaikan oleh  Dr. Achmad Maulani selaku Direktur Lembaga Kajian Kebijakan Publik. Dalam pemaparannya ia membawakan materi tentang media digital yang mendisrupsi dan merestrukturisasi semua lini kehidupan. Modernitas telah menciptakan satu hukum baru dan menganggap media sosial sebagai sumber segala kebenaran.

“Media sosial tidak pernah berwajah tunggal (singleface), tapi berwajah banyal (multiface). Eksistensi manusia modern ditentukan oleh kepastian bahwa seseorang telah mem-post, men-chat, mendapat-likes, merekrut banyak followers. Eksistensi manusia modern bukan dirinya sendiri, melainkan citra yang ingin ditampilkan, yang lebih banyak mengecoh. Revolusi dalam teknologi informasi dan komunikasi telah mencapai puncaknya. Ia bak pisau bermata dua. Sisi positif dan negative. Mengutip Martin Heidegger; modernitas telah menyajikan satu fenomena tentang terjaidnya penyingkapan realitas baru lewat teknologi. Populasi pengguna internet sampai tahun 2023 mencapai 213 juta orang. Sementara penetrasi internet mencapai 60% dari total seluruh penduduk. 90 % masyarakat Indonesia pernah belanja online. Peluang dan kesempatan semua sektor terbuka lebar. Potensi ekonomi digital Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai Rp 1.995 triliun. Nilai ekonomi digital Indonesia 2023 mencapai 1.232 triliun dan menjadi negara dengan ekonomi paling besar di Asia tenggara dengan nilai mencapai 77 milyar dollar AS. Saatnya menjadi subyek dan bukan hanya objek di tengah penetrasi media digital,” papar Achmad Maulani.

Para narasumber sepakat bahwa perkembangan digital saat ini sudah sangat pesat, maka dari itu kita harus bisa beradaptasi, melakukan inovasi dan membangun literasi digital yang baik. Jangan sampai kita terjebak dan mudah membagikan data peribadi ke dunia digital sehingga dapat mencegah pengunaan data  pribadi oleh orang yang tidak bertanggungjawab./Ib

 

By Editor1