JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online yakni Literasi Digital dengan mengusung tema: “Literasi Digital untuk Menjaga Persatuan dan Merawat Kebhinekaan Bangsa”. Seminar diselenggarakan pada hari Rabu, 31 Mei 2023 melalui platform zoom meeting.

Dalam seminar Literasi Digital ini, terdapat narasumber yang berkompeten pada bidangnya, yaitu Bapak Dr. H. Jazuli Juwaini, MA yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI. Narasumber kedua yakni Bapak Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI, Bapak Yanuar Arif Wibowo, SH selaku Founder Komunitas Peduli Kampung Sendiri, serta Bapak Dr. Fathurrahman, S.Pd.I., M.Si selaku Presidium FSPP Kabupaten Serang.

Seminar Literasi Digital ini merupakan inisiasi yang di dukung oleh Kementerian Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat.

Selain itu juga untuk memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. Seminar ini terdiri dari beberapa sesi, yaitu sesi pembukaan, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan sesi penutup.

Baca artikel lainnya: Kemenkominfo dan DPR RI Gelar Webinar dengan Tema “Toleransi di Dunia Digital”

Sesi pemaparan pertama disampaikan oleh Bapak Dr. H Jazuli Juwaini MA. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa,

“Cara menjaga persatuan dan merawaat kebhinekaan bangsa di era digital ini dimulai dari kembangkan komunikasi positif, kembangkan toleransi, bangun kebersamaan dan kolaborasi, jika harus berkompetisi, berkompetisilah secara sehat dan bertanggung jawab, hormati dan lestarikan budaya luhur bangsa, dan dengan melawan hoaks dan ujaran kebencian yang memecah belah bangsa,” papar Jazuli.

Pemaparan kedua disampaikan oleh Bapak Semuel Abrijani, B.Sc. Dalam paparannya beliau menyampaikan,

“Kominfo memiliki tugas untuk memberikan informasi mengenai literasi digital untuk memfasilitasi masyarakat supaya cakap digital pada era saat ini. Peningkatan literasi digital saat ini butuh bantuan semua pihak masyarakat tidak hanya kominfo saja sebagai fasilitas, tetapi keinginan masyarakat untuk terus belajar. Hal ini dalam upaya untuk memajukan digital Indonesia. Selain itu literasi digital juga berfungsi untuk mengarahkan masyarakat supaya bisa memanfaatkan dunia digital dengan sebaik-baiknya,” papar Semuel.

Pemaparan ketiga disampaikan oleh Bapak Yanuar Arif Wibowo, SH. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa.

“Dengan keanekaragaman yang ada di Indonesia sudah seharusnya kita menjadi satu kesatuan yang berlandasakan Pancaila sebagai dasar negara bangsa Indonesia. Perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi ini harus dimaknai sebagai sebuah sarana untuk menyatukan dan menguatkan antar kebhinekaan yang ada di Indonesia dan harus mengarah keharmonisan,” papar Yanuar.

Baca artikel lainnya: Logo Ibu Kota Nusantara (IKN) Resmi Diluncurkan Oleh Presdiden Jokowi

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Bapak Dr. Fathurrahman, S.Pd.I., M.Si. Dalam paparannya beliau menjelaskan,

“Menjaga persatuan dan merawat kebhinekaan bangsa di era digital dapat dilakukan dengan cara membangun kesadaran dan sikap toleransi masyarakat, mendorong para penentu kebijakan dalam penyelesaian masalah kebangsaan, memberikan kepercayaan dan keleluasaan kepada aparat keamanan untuk terus proaktif dan bertindak tegas dalam mengantisipasi disintegrasi bangsa, meningkatkan kewaspadaan akan terjadinya gangguan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat melalui peningkatan koordinasi dan sinergitas dengan forum-forum yang telah terbentuk di daerah,” papar Fathurrahman./Ib.

By Editor1