KEBUMEN, AKURATNEWS – Sate ambal merupakan salah satu kuliner favorit para pemudik yang melintasi jalur Lintas Pantai Selatan (Pansela) Jawa. Seperti namanya, kuliner ini berasal dari Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen.
Keunikan sate ambal terletak pada cara membuat dan bumbu pelengkapnya. Sebelum dipanggang, daging yang telah ditusuk-tusuk akan direndam dengan bumbu rempah-rempah dan gula jawa terlebih dahulu.
Jika bumbu kacang dan bumbu kecap kebanyakan menjadi pelengkap, sate yang banyak dijajakan di pesisir Pantai Laguna ini disajikan bersama bumbu tempe atau sambal tempe yang dihaluskan dan dicampur rempah-rempah.
Saat sudah matang, daging dan bumbu sate ambal biasanya disajikan dalam wadah yang terpisah. Kuliner ini memiliki rasa yang manis, pedas, dan gurih. Rempah-rempah yang digunakan juga menghasilkan bau harum yang menggugah selera.
Jika ingin tekstur sate yang lebih berlemak, gunakan filet daging ayam bagian paha. Daging bagian paha punya tekstur lebih lembut ketimbang dada. Lumuri daging dengan bumbu perendam hingga bumbu benar-benar meresap
Menurut sejarah, sate ambal sudah ada sejak jaman Kerajaan Mataram. Kuliner ini dijual pertama kali oleh Demang prajurit Pangeran Diponergoro bernama Sabar Wiryo Taruno sekitar tahun 1983. Penjualan sate ambal kemudian diteruskan oleh generasi berikutnya hingga saat ini.
