JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat Webinar: “Kreatif dan Inovatif Dengan Teknologi”. Seminar ini diselenggarakan pada hari Rabu, 29 Maret 2023 melalui platform zoom meeting.

Dalam seminar tersebut terdapat tiga pembicara yang mumpuni pada bidangnya, yaitu Dr. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI. Narasumber kedua adalah Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI, serta mengundang Dr. Achmad Maulani  Selaku Pengamat Sosial Budaya dan Muhammad Mufid Selaku Jurnalis dan Anggota Komite Komunikasi Digital Kabupaten Jombang.

Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Webinar yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Webinar tersebut memiliki beberapa tujuan di antaranya adalah untuk mendorong masyarakat agar lebih menjaga anak-anak dalam mengakses dunia digital.

Baca artikel lainnya: XL Axiata Resmi Luncurkan e-SIM, Mudah Sekali Aktivasinya

Selain itu juga untuk memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait metode pengawasan dan edukasi kepada anak-anak saat menggunakan platform digital yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Dirjen APTIKA Kementerian Kominfo; mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Pemaparan diawali oleh sambutan dari Dr. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., dalam paparanya beliau mengatakan bahwa,

“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sejak era sosial media atau era digital yang sebetulnya sudah lama berlangsung, Indonesia kemudian menjadi pasar bebas dari seluruh pola pikir, cara pandang, ideologi, cara kerja dan seluruh kekuatan dunia. Apakah pemikiran tentang sekularisme, radikalisme sosialisme, komunisme, hedonisme dan pemikiran keagamaan tentu saja sangat subur dan menjadi lahan tempat semua ideologi hadir dan berkompetensi terbuka di tanah air,’ kata Muhaimin , di Jakarta .Rabu, 29 Maret 2023.

Selanjutnya Muhaimin menambahkan,” Dunia sosial media telah membawa keadaan kita seperti tanpa pintu yang menerima masuk tamu-tamu dan memberikan kesempatan pada orang-orang yang meyakinkan kita tanpa kita sadari dan kita seleksi dengan baik. Menghadapi keadaan ini tentu kita semua warga bangsa, teman-teman dan kaum muda di Jombang, tentu melihat ini sebagai tantangan yang harus diantisipasi dan dipersiapkan yang harus kita jadikan peluang yang penting dan menarik agar bangsa kita selamat dari ancaman perpecahan, penyalahgunaan media sosial dan penggiringan penggalangan yang tidak tepat bagi masyarakat Jombang,” lanjutnya.

Baca artikel lainnya: Sebanyak 5.853 Koli Pakaian Bekas Impor Senilai Rp17 Miliar Dimusnahkan Pihak Bea Cukai

Paparan kedua disampaikan oleh Semuel Abrijani, dalam paparannya melalui video alam video beliau menjelaskan,

“Pesatnya perkembangan teknologi yang semakin maju dengan adanya panedemic covid-19 telah mendorong kita untuk berinteraksi dan  melakuakan berbagai aktivitas melalui platform digital, kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegas bahwa kita berada di era percepatan trasnformasi digital,” papar Semuel.

Pemaparan ke tiga disampaikan oleh Dr. Achmad Maulani, dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa,

“Model-model diskusi seperti ini sangat penting untuk membangun suatu perspektif dan cara pandang baru juga untuk membangun kesadaran kritis baru. Suatu teori sosial di dalam ilmu-ilmu sosial budaya, di dalam ilmu sosial saat ini, ada satu teori yang disebut bahwa era ini, distrupsi kebudayaan saat ini, itu hampir telah mendistrupsi seluruh lini kehidupan kita, semua telah terdistrupsi dan mengubah ekosistem baru cara berpikir, cara bertindak dan menyelesaikan masalah. Karena itu kebudayaan teknologi informasi ini telah mendistrupsi seluruh lini kehidupan kita di dalam bidang apapun, pilihanya hanya ada 2; kita berdua atau tergerus oleh perubahan itu sendiri, era ini seperti era yang disebut dengan juggernaut seperti kereta besar yang akan menerjang siapapun yang di depannya kalua mereka tidak mampu beradaptasi dengan perubahan,” papar Achmad maulani.

Baca artikel lainnya: Dukungan Nur Asia Uno Bagi ‘Kun Ana Wa Anta’

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Muhammad Mufid, dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa,

“Dalam era digital seperti sekarang, informasi dapat dengan mudah disebarluaskan melalui internet dan media sosial. Oleh karena itu, literasi digital sangat penting dalam menjelang pemilu. Literasi digital dapat membantu masyarakat untuk memilah dan memilih informasi yang benar dan akurat sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dan penyebaran berita bohong. Selain itu, literasi digital juga dapat membantu masyarakat untuk memahami isu-isu politik dan pemilu dengan lebih baik. Dengan memahami isu-isu tersebut, masyarakat dapat membuat keputusan yang bijaksana dan tepat saat memilih calon pemimpin,” papar Muhammad Mufid./Ib

           

By redaksi