JAKARTA, AKURATNEWS.co – Juru bicara Gedung Putih pada Hari Rabu mengatakan, Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata dua minggu yang baru ditengahi dengan Iran, ketika Israel melakukan pemboman besar-besaran terhadap negara tetangganya di utara.
“Lebanon bukan bagian dari gencatan senjata. Itu telah disampaikan kepada semua pihak yang terlibat di dalamnya,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, melansir Anadolu (9/4).
Leavitt mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu “meyakinkan” Presiden AS Donald Trump bahwa Israel akan “terus menjadi mitra yang membantu selama dua minggu ke depan.”
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya memperingatkan pada Hari Rabu, Negeri Paman Sam harus memilih antara gencatan senjata dan “perang berkelanjutan melalui Israel,” dengan mengatakan Washington “tidak dapat memiliki keduanya.”
“Dunia melihat pembantaian di Lebanon. Bola ada di tangan AS, dan dunia sedang mengamati apakah AS akan bertindak sesuai dengan komitmennya,” cuit Menlu Araghchi.
Mengutip sumber anonim yang terinformasi, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, sebelumnya melaporkan Tehran akan menarik diri dari gencatan senjata dengan AS jika Israel terus melanggarnya melalui serangan terhadap Lebanon.
Diberitakan sebelumnya, Israel melancarkan serangan ke Lebanon beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dengan Iran diumumkan. Israel mengatakan Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan.
Pengeboman kembali dilakukan setelah Israel mengatakan mendukung Presiden AS Donald Trump yang memutuskan gencatan senjata, tetapi tidak termasuk di Lebanon.
Militer Israel (IDF) yang kembali melakukan serangan ke Lebanon pada 2 Maret, menggempur Lebanon pada Hari Rabu dengan dalih menargetkan kelompok Hizbullah.
“Aktivitas teroris Hizbullah memaksa IDF untuk bertindak tegas terhadapnya. IDF tidak bermaksud untuk membahayakan Anda. Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi dari rumah Anda,” kata juru bicara IDF Avichaya Adraee dikutip dari The Telegraph.
Pertahanan Sipil Lebanon mengatakan serangan Israel di seluruh Lebanon pada Hari Rabu menewaskan 254 orang, sementara petugas kesehatan mengatakan 837 orang lainnya terluka, dikutip dari The National.
Sementara, puluhan orang masih terjebak di bawah reruntuhan sementara tim pertahanan sipil berusaha menemukan korban selamat dari salah satu gelombang serangan Israel terbesar di negara itu dan ibu kotanya./Ib.
