Lulus Mau Kerja Dimana? Eks Koordinator BEM SI Sebut Asta Cita Jawabannya
JAKARTA, AKURATNEWS.co – Visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto mencoba menjadi jawaban konkret atas keresahan terbesar generasi muda, mau kerja di mana setelah lulus?
Optimisme itu disampaikan Eks Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) 2025/2026 sekaligus mantan Ketua BEM Universitas Sumatera Utara (USU), Muzammil Ihsan.
Sebagai Deklarator Pemuda Indonesia Raya (PEMIRA), Muzammil menegaskan PEMIRA berdiri di garis depan mengawal kebijakan Presiden agar Asta Cita tidak melenceng hingga Indonesia Emas 2045.
“Setiap kali wisuda tiba, pertanyaan terbesar yang membayangi mahasiswa sebenarnya sederhana: setelah lulus nanti, kita mau kerja di mana dan kerjanya seperti apa? Pelaksanaan Asta Cita terbukti menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjawab ketidakpastian masa depan anak muda tersebut,” tegas Muzammil, baru-baru ini.
Muzammil membedah data, bukan narasi. Dua tahun Prabowo-Gibran, program kerakyatan Asta Cita tancap gas.
Mulai dari kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025 sebesar 6,5 persen, pengesahan RUU yang diperjuangkan puluhan tahun yakni UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), hingga kebijakan paling berani: pemutihan utang macet bagi satu juta pelaku UMKM.
Di sektor perumahan dan ketenagakerjaan, gebrakannya lebih nyata lagi: kuota rumah subsidi FLPP digenjot jadi 350 ribu unit, program magang nasional berupah UMR untuk 100 ribu lulusan S1, bonus hari raya untuk pekerja platform/ojol, dan penyerapan ratusan ribu tenaga kerja dari program dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Dampaknya terlihat nyata dari data resmi BPS, di mana Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Mei 2026 berhasil ditekan hingga 4,65 persen, angka terendah sejak 1994. Ditambah lagi dengan realisasi investasi yang menembus ribuan triliun rupiah. Keberhasilan pelaksanaan Asta Cita ini patut kita syukuri dan apresiasi bersama,” jelasnya.
Menurut Muzammil, pekerjaan rumah selanjutnya ada di tangan para pembantu Presiden. Kunci sukses Asta Cita adalah transformasi sektor informal menjadi formal dan sinkronisasi dunia kampus dengan dunia industri. Jangan sampai lulusan S1 kalah saing karena kurikulum ketinggalan zaman.
Ia pun memastikan, PEMIRA tidak akan jadi penonton.
“Sebagai bagian dari PEMIRA, kami berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan Presiden Prabowo agar arah dan visi Asta Cita ini tetap berada di jalur yang benar. Kami sangat optimis, jika komitmen dan keberhasilan Asta Cita ini terus dijaga, dikawal, dan dilanjutkan secara konsisten oleh seluruh jajaran kabinet, pada tahun 2045 kelak saat Indonesia genap berusia 100 tahun tidak ada lagi pengangguran di negeri ini. Seluruh rakyat Indonesia bisa bekerja secara layak dan sejahtera demi mewujudkan Indonesia Emas,” pungkasnya. (NVR)
