JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online yakni Ngobrol Bareng Legislator dengan mengusung tema: “Memahami dan Menghindari Penipuan Digital”. Seminar diselenggarakan pada hari Rabu, 21 Juni 2023 melalui platform zoom meeting.
Dalam seminar Ngobrol Bareng Legislator ini, terdapat empat narasumber yang berkompeten pada bidangnya, yaitu Bapak Dr. H. Abdul Kharis Almasyahri yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI. Serta mengundang Bapak Gun Gun Siswadi (Pegiat Literasi Digital) dan Bapak Hafidz Al Haq Fatih, S.T, M.Sc (CEO ERA Adicitra Intermedia).
Seminar Merajut Nusantara ini merupakan acara yang diinisiasi dan didukung oleh Kementerian Kominfo, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis.
Selain itu juga untuk memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh pemerintah khususnya oleh BAKTI Kominfo, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.
Sesi pemaparan diawali oleh pengantar serta pembukaan yang disampaikan oleh Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari selaku Wakil Ketua Komisi I DPR RI. Dalam paparannya beliau menjelaskanbahwa,
“Penipuan melalui digital merupakan tindakan kriminal yang tentunya memiliki UUD ITE atau KUHP dibahas tentang penipuan. Pelaku yang dilakukan oleh media digital tidak dapat mengetahui identitas dan tidak dapat dilacak. Namun penipuan melalui media digital masih dapat dilacak tetapi tidak sepeuhnya dapat diketahui apabila aku pemiliknya fake/bohong, Papar Abdul Kharis.
Pemaparan yang kedua disampaikan bapak Gun Gun Siswadi Selaku Pegiat Literasi Digital. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa, “Tantangan era digital banyak dibanjiri informasi, banyaknya masyarakat yang di mengkonsumsi konten-konten negatif seperti (Ujaran kebencian, Hoax, Pornografi, Kekerasan, Narkoba, Radikalisme, Terorisme, Perjudian, dan penipuan atas nama pencemaran nama baik. Masyarakat diharapkan mengerti tentang penipuan online yang sangat marak di internet atapun software yang dapat mengambil keuntungan dari korban yang dicuri melalui data personal yang memicu pada identitas diri,” papar Gun Gun.
Pemaparan ketiga disampaikan oleh Bapak Hafidz Al Haq Fatih, S.T, M.Sc Selaku CEO ERA Adicitra Intermedia. Dalam paparannya beliau memaparkan bahwa, “Pentingnya menjaga privasi dan data pribadi di media sosial agar tidak mudah di rampas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Agar apa yang kita punya tidak di akui oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Faktanya adalah data dan fakta tentang penipuan digital layanan cek rekening.id dari kekominfo telah menerima kurang lebih 486.000 laporan selama tahun 2017-2022,” paparnya, “./Ib.
