JAKARTA, AKURATNEWS.co – Pesatnya perkembangan alat komunikasi dan media sosial tak semua  berdampak baik.

Ada beberapa pengguna yang justru memanfaatkan kemajuan teknologi media sosial untuk mengunggah hal-hal yang terkadang menyesatkan, menyamarkan, memfitnah dan lain lain.

Tak jarang kita temui di media sosial, entaha WhatsApp atau media lainnya kata-kata seperti ini: “Kalau tidak meneruskan WA ini akan mendapatkan musibah, tapi kalau meneruskan dapat rejeki yang ga di sangka-sangka”.

Nah, dalam Islam, sikap kita harus jelas dan tenang. Itu termasuk Tathayyur (Menggantungkan Nasib pada Pertanda)

Rasulullah Saw bersabda:
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ
“Tathayyur (menganggap pertanda sial) itu syirik.”
(HR. Ahmad bin Hanbal dan Abu Dawud)

Menganggap: Tidak kirim → dapat musibah. Kirim → dapat rezeki

Ini termasuk mengaitkan sebab tanpa dalil syar’i maupun sebab logis. Rezeki dan musibah bukan ditentukan oleh forward WA.

Lalu bagaimana kita menyikapi hal ini?.Sikap yang Benar adalah:

Jangan percaya.
Jangan diteruskan.
Kalau perlu, balas dengan edukasi singkat.
Hapus saja, jangan dipikirkan.
Kalau sempat was-was, baca:
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Cukuplah Allah sebagai penolong kami.

Islam mengajarkan untuk membuang jauh prasangka buruk dan bertawakal penuh hanya kepada Allah SWT./Ib.

By Editor1