JAKARTA, AKURATNEWS.co – Laga antara Meksiko melawan Republik Ceko ternyata berbuntut sanksi dai induk sepak bola dunia FIFA. Sanksi yang terjadi bukan disebabkan permainan kedua tim di dalam lapangan, tetapi justru berasal dari luar lapangan.

FIFA memberikan sanksi dan denda sebesar ratusan ribu dolar Amerika Serikat (AS) saat laga antara Meksiko dan Republik Ceko di Piala Dunia 2026. Ini penyebab utamanya.

Nyanyian anti-LGBT kembali terdengar dalam pertandingan timnas Meksiko melawan Republik Ceko pada laga terakhir grup A Piala Dunia, Rabu (25/6/2026).

Insiden tersebut kembali menyoroti masalah yang selama bertahun-tahun membuat Federasi Sepak Bola Meksiko menerima sanksi dan denda sebesar ratusan ribu dolar AS dari FIFA.

Dilansir dari ESPN, Kamis (25/6/2026), nyanyian kontroversial itu terdengar dari sebagian suporter Meksiko di Stadion Azteca menjelang berakhirnya babak pertama. Sorakan tersebut muncul saat kiper Republik Ceko, Matej Kovár bersiap melakukan tendangan gawang.

Kata-kata yang diteriakkan suporter tersebut secara harfiah merujuk pada hinaan terhadap pria dalam bahasa Spanyol dan telah lama dianggap sebagai bentuk ujaran diskriminatif terhadap kelompok LGBTQ+.

Nyanyian tersebut bukan pertama kali terdengar dalam pertandingan yang melibatkan Meksiko. FIFA telah menjatuhkan berbagai sanksi kepada Federasi Sepak Bola Meksiko dalam beberapa tahun terakhir akibat perilaku serupa dari suporter mereka.

Selain denda yang mencapai ratusan ribu dolar Amerika, federasi juga pernah menerima hukuman berupa pembatasan jumlah penonton hingga ancaman pengurangan poin dalam kompetisi internasional.

Tradisi nyanyian itu mulai populer sekitar 25 tahun lalu dan awalnya digunakan suporter untuk mengintimidasi penjaga gawang lawan saat melakukan tendangan gawang.

Namun, seiring meningkatnya kampanye anti-diskriminasi dalam sepak bola dunia, nyanyian tersebut menjadi sorotan karena dinilai mengandung unsur homofobia.

Nyanyian kontroversial itu pertama kali menarik perhatian dunia saat Piala Dunia 2014 di Brasil. Setelah itu, sorakan serupa kembali terdengar pada Piala Dunia 2018 di Rusia dan Piala Dunia 2022 di Qatar.

Federasi Sepak Bola Meksiko telah berupaya menghentikan praktik tersebut melalui kampanye edukasi, peringatan di stadion, hingga ancaman sanksi kepada suporter. Namun, nyanyian itu masih terus muncul dalam sejumlah pertandingan penting.

Meski insiden tersebut terjadi, hasil pertandingan tidak memengaruhi posisi Meksiko di klasemen grup A. El Tri telah memastikan diri lolos ke babak gugur sebagai juara grup sebelum menghadapi Republik Ceko./Ib. Foto: Istimewa.

 

By Editor1