JAKARTA, AKURATNEWS.co – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan baru di industri gim dunia melalui ajang Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025.

Mengusung tema “Accelerating Southeast Asia’s Creative Power”, acara tahunan ini mempertemukan ratusan pengembang gim lokal dengan penerbit, investor, dan media internasional.

“Kita tidak hanya menyelenggarakan konferensi, tetapi juga menegaskan kembali keyakinan bersama bahwa Indonesia dan Asia Tenggara telah menjadi pusat baru inovasi kreatif dan digital global,” ujar Meutya dalam siaran resminya.

Menurut Meutya, IGDX mampu membangun ekosistem lengkap yang melibatkan semua pelaku industri gim dari berbagai latar belakang. Faktanya, sejak 2021, program ini telah memfasilitasi lebih dari 3.500 pertemuan bisnis antara pengembang lokal dan mitra industri global.

Kontribusi industri gim terhadap perekonomian nasional juga semakin nyata. Saat ini, sektor ini menyumbang sekitar Rp71 triliun per tahun dan didukung oleh lebih dari 2.000 pengembang dan penerbit aktif di berbagai daerah di Indonesia.

“Pencapaian ini tak lepas dari semangat gotong royong yang membentuk ekosistem digital Indonesia. Data ini menunjukkan bahwa industri gim kini telah menjadi penggerak utama ekonomi kreatif digital nasional,” ujar Meutya.

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Digital, Indonesia kini menempati peringkat keempat dunia dengan lebih dari 154 juta pemain gim, atau sekitar 40 persen dari total pemain di Asia Tenggara.

Angka ini menegaskan posisi Indonesia bukan hanya sebagai pasar besar, tetapi juga sebagai produsen konten digital yang tumbuh pesat.

IGDX 2025 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2025 juga menampilkan pameran karya pengembang gim lokal, pelaku industri kreatif digital, komunitas, perguruan tinggi, serta mitra dari negara sahabat.

Selain itu, berbagai forum diskusi dan sesi bisnis digelar untuk memperkuat koneksi antara pelaku industri nasional dan global./Ib.

By Editor1