JAKARTA, AKURATNEWS.co – Usai mengadu ke Dewan Pers soal raibnya 20 persen saham karyawan, mantan wartawan Jawa Pos (JP), Abdul Muis yang bersepeda dari Surabaya-Jakarta akhirnya mendatangi Komisaris JP, Goenawan Mohamad (GM) di Gedung Salihara, Jakarta, Sabtu (2/12) lalu.
Pria yang akrab disapa Cak AMU ini datang ke kantor GM bersama perwakilan wartawan dan karyawan JP Jabodetabek, Umar Fauzi, Anggie, dan Ghofur. Selain itu, ada pula mantan wartawan JP asal Surabaya yang juga mantan Pemred Tabloid Nyata, Joko Irianto Hamid.
Namun, bagai pemeo “Pucuk dicinta ulam tak pernah tiba”, GM tidak ada di kantor dan hanya ada keramaian pementasan karya seni pertunjukan Salihara.
“Bapak ada di rumahnya. Kebetulan hari ini ramai karena ada pementasan,” kata seorang karyawan Salihara menjawab rombongan Abdul Muis.
Cak AMU dan rombongan tak patah arang. Niat bertemu komisaris yang juga big boss Jawa Pos tetap dilakukan. Di awali dengan orasi mengetuk nurani GM dkk, mereka berorasi bergantian tanpa pengeras suara seolah akting teter dengan membentang spanduk.
“Kami berharap Pak GM yang akhir-akhir ini lantang menggaungkan kejujuran dan keadilan, mau peduli terhadap nasib karyawannya yang banyak kesulitan di hari tua akibat hak 20 persen saham jadi bancakan komisaris,” kata Umar yang pernah jadi wartawan di Istana Kepresidenan.
Karena tak berhasil bertemu GM, Cak AMU engan balik Surabaya. Sebelumnya, ia sudah bertemu Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu dan Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun.
“Pokoknya, saya tidak akan balik Surabaya kalau belum berhasil bertemu Pak GM. Saya akan berusaha temui di rumahnya,” kata kakek tiga cucu ini. (NVR)
