JAKARTA, AKURATNEWS.co – Ribuan calon jamaah haji Indonesia hanya bisa menunduk lesu. Harapan mereka menembus panjangnya antrean haji reguler, bahkan melalui jalur khusus visa furoda, pupus sudah.
Tahun ini, otoritas Kerajaan Arabi Saudi secara resmi tidak menerbitkan visa furoda bagi calon jamaah haji dari seluruh dunia. Namun di tengah sunyinya harapan itu, nama selebritas Ivan Gunawan justru bersinar terang.
Di tengah lautan kekecewaan, termasuk dari sesama artis seperti Ruben Onsu yang batal berangkat, artis yang akrab disapa Igun itu dengan bangga mengunggah kartu identitas hajinya, Nusuk Card di media sosial.
“Kartu ini sangat penting. Jangan sampai keluar dari penginapan tanpa membawa kartu ini ya guys,” tulisnya sambil memperlihatkan kartu pintar yang kini menjadi tanda resmi otoritas Arab Saudi untuk memantau mobilitas jamaah haji.
Foto dan pernyataan itu sontak memancing reaksi publik.
“Haji lewat jalur mana Igun ini? Travel mana yang bisa sekilat itu mengantar ke Tanah Suci?” begitu rata-rata pertanyaan publik.
Pertanyaan demi pertanyaan muncul, menyisakan rasa penasaran besar. Sebab, jika visa furoda saja sudah tidak terbit, maka jalur apa yang digunakan Ivan Gunawan?
Penelusuran lebih jauh mengungkap bahwa Ivan Gunawan berangkat pada 31 Mei 2025 melalui biro perjalanan haji eksklusif, Maktour milik Fuad Hasan Masyhur, mertua Menpora Dito Ariotedjo.
Ia tercatat menggunakan paket An Nur Non Arbain senilai USD44.500 atau sekitar Rp756 juta untuk durasi perjalanan 21 hari. Harga itu jelas melampaui batas biaya haji khusus (ONH Plus) yang ditawarkan Kementerian Agama, yakni hanya sekitar Rp150 juta–Rp200 juta per orang.
Namun, status visanya tetap menjadi misteri. Jika visa furoda memang tidak terbit tahun ini, maka mustahil Ivan Gunawan bisa menggunakannya.
Soal ini, pengamat sosial, Joko Intarto punya analisis. Joko menduga, visa yang digunakan Ivan Gunawan adalah visa mujammalah atau visa undangan yang secara resmi diberikan pemerintah Arab Saudi kepada pejabat-pejabat tertentu atau pihak yang memiliki akses khusus.
“Visa haji itu tidak hanya furoda. Ada juga visa mujammalah, yakni undangan dari pemerintah Arab Saudi yang khusus diberikan kepada pejabat atau relasi strategis. Saya duga, kasus Ivan Gunawan termasuk dalam kategori ini,” ujar Joko, Kamis (5/6) lalu.
Yang membuat publik bertanya-tanya, menurut Joko, adalah siapa pihak yang “mengalihkan” visa tersebut kepada Ivan Gunawan? Mengingat Igun bukan pejabat, bukan ulama, dan bukan tokoh organisasi masyarakat keagamaan yang biasanya masuk dalam daftar penerima visa mujammalah.
“Bisa saja visa itu seharusnya untuk pejabat, lalu dialihkan ke Igun. Ini praktik yang tidak transparan dan perlu diperjelas. Ini bukan hanya soal artis berangkat haji, tapi menyangkut keadilan bagi jamaah lainnya yang menunggu bertahun-tahun,” tambah Joko.
Bagi Joko, kasus ini bukan semata soal teknis visa. Tapi juga menyangkut sensitivitas sosial dan rasa keadilan. Di saat ribuan jamaah terjebak antrean haji selama puluhan tahun, muncul figur publik yang dengan leluasa dan bangga menunjukkan keberangkatan hajinya tanpa jalur resmi yang dapat diakses umum.
“Ada luka sosial yang terbuka di sini. Ketika seseorang bisa berangkat haji tanpa antre hanya karena status dan uang, sementara yang lain menunggu puluhan tahun, itu mencederai rasa keadilan,” katanya.
Dalam konteks ini, Joko mendesak pemerintah Indonesia dan otoritas penyelenggara haji untuk menjelaskan secara terbuka soal kuota visa mujammalah dan siapa saja yang menerimanya. Menurutnya, jika tak segera dijelaskan, kepercayaan masyarakat terhadap sistem haji yang adil bisa terganggu.
“Kalau memang visa mujammalah bisa digunakan oleh non-pejabat atau dialihkan, publik perlu tahu. Jangan sampai muncul persepsi bahwa ibadah haji sekarang bisa dibeli seenaknya, tergantung seberapa besar uang yang dimiliki atau koneksi yang dimanfaatkan,” ujar Joko.
Dari Arab Saudi, Igun mengaku sangat bersyukur dirinya diberi kelancaran selama melaksanakan haji.
“Situasi di kamar hotel sendirian, ingin meluapkan isi hati, maaf bila berlebihan tetapi dari lubuk hati paling dalam ingin mengucap syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan dari pendaftaran, persiapan, keberangkatan sampai pelaksanaan haji kali ini sungguh mudah,” ungkap Ivan Gunawan melalui akun miliknya di Instagram, Sabtu (7/6).
Presenter sekaligus desainer kondang itu itu merasa dikelilingi malaikat selama berada di Tanah Suci. Pasalnya, ia banyak dibantu sejumlah orang di saat melaksanakan ibadah haji.
“Dikelilingi malaikat berwujud manusia yang berada di sekitar saya,” beber host Brownis itu.
Igun kemudian mengungkap sejumlah doa setelah menjalani ibadah haji. Ia berharap ibadahnya diterima Sang Pencipta dan segala doa dikabulkan.
“Semoga ibadah saya bisa diterima Ya Allah, diberikan perubahan yang positif, dimurahkan rezekinya, diberikan hidayah Ya Allah, rasanya belum pengin pulang ke Tanah Air, pengin lama-lama di Makkah dan Madinah,” tutup Igun.
Kasus keberangkatan haji Ivan Gunawan membuka kembali perdebatan klasik: apakah ibadah haji masih murni urusan ibadah, atau sudah menjadi komoditas dan simbol status? Ketika antrean tak lagi jadi penghalang bagi mereka yang punya akses dan uang, maka haji bukan lagi semata rukun Islam kelima, tapi juga gambaran ketimpangan yang nyata.
Bagi sebagian orang, Tanah Suci mungkin hanya berjarak doa. Tapi bagi sebagian lainnya, itu bisa cukup dijangkau dengan segepok rupiah, asal tahu jalurnya. (NVR)
