GARUT, AKURATNEWS.co Pesta rakyat dalam rangka pernikahan anak sulung politisi senior Dedi Mulyadi berakhir tragis. Sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas dalam insiden kericuhan yang terjadi saat gelaran Panggung Hiburan Rakyat di Lapangan Oto Iskandar Dinata, Garut, Jumat (18/7).

Acara ini merupakan bagian dari perayaan pernikahan Maula Akbar Mulyadi Putra, putra Dedi Mulyadi, dengan Putri Karlina, putri Wakil Bupati Garut. Namun euforia perayaan berubah menjadi kepanikan massal ketika ribuan warga yang ingin menyaksikan hiburan memadati area lapangan dan sekitar Pendopo Garut.

Massa mulai memadati area sejak pagi hari dan memuncak usai salat Jumat. Warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut tumpah ruah, sebagian besar datang untuk melihat langsung panggung hiburan dan berharap bisa mendekati tokoh-tokoh yang hadir.

“Saya datang dari pagi, tapi mulai penuh banget setelah salat Jumat. Orang-orang saling dorong dari semua arah,” kata Nelis, seorang pedagang yang berada di sekitar lokasi.

Nelis mengungkapkan bahwa desak-desakan yang parah menyebabkan sejumlah orang pingsan. Ia bahkan ikut membantu mengevakuasi seorang anak kecil yang menjadi korban.

“Tadi saya bopong satu anak kecil, pingsan. Banyak ambulans bolak-balik dari sini ke rumah sakit,” katanya di RSUD dr. Slamet Garut.

Dari data terbaru, tiga orang meninggal dunia akibat kericuhan tersebut. Salah satunya adalah seorang anak perempuan berusia 8 tahun bernama Vania Aprilia.

“Iya, anak saya (meninggal),” kata Mela Puri, ibu dari Vaniadi depan instalasi jenazah RSUD dr. Slamet Garut.

Dua korban lainnya masing-masing Dewi Jubaeda (61) dan seorang anggota Polres Garut, Bripka Cecep Saeful Bahri (39).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan membenarkan jika Bripka Cecep yang personel Bhabinkamtibmas di Polres Garut tewas dalam kejadian ini.

“Anggota kami gugur atas nama Cecep, anggota Bhabinkamtibmas di Polres Garut,” ujar Kombes Hendra.

Bripka Cecep sempat mengatur alur tamu yang berdesakan di sekitar pintu masuk lokasi panggung hiburan rakyat pernikahan Maula dan Putri. Bripka Cecep bahkan sempat membantu seorang warga yang pingsan akibat kepadatan massa.

Setelah situasi terkendali, barulah Bripka Cecep beristirahat namun mendadak pingsan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi sebelum sempat mendapat penanganan medis.

“Setelah acara berjalan lancar, baik, tidak ada kerumunan yang bersangkutan kemudian istirahat, duduk. Di saat beristirahat, ia pingsan dan kemudian meninggal dunia,” ujar Kombes Hendra.

Gubernur Dedi Mulyadi sudah menyampaikan permintaan maaf atas nama keluarga.

“Saya atas nama Maula dan Putri mohon maaf sebesar‑besarnya atas peristiwa ini.” ujarnya.

Ia juga menyampaikan duka mendalam dan harapan agar almarhum/almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Tak hanya itu, ia mengumumkan santunan Rp150 juta per keluarga korban tewas sebagai wujud empati dan tanggung jawabnya terhadap warga terdampak. (NVR)

By editor2