JAKARTA, AKURATNEWS.co – Sejumlah seniman Indonesia meresmikan Forum Artis Peduli Palestina, sebuah wadah bagi para musisi, aktor, dan pekerja seni untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina melalui karya seni.
Peluncuran ini ditandai dengan nonton bareng (nobar) pemutaran film dokumenter ‘No Other Land’ di Jakarta, Rabu (26/3).
Film yang disutradarai Basel Adra, Hamdan Ballal, Yuval Abraham dan Rachel Szor ini menggambarkan realitas pahit yang dialami rakyat Palestina akibat pendudukan dan genosida yang terus berlangsung.
Nobar ini juga menjadi pengantar sebelum penayangan film ‘GAZA’ yang akan mengupas lebih dalam tentang penderitaan masyarakat di Jalur Gaza.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyatakan bahwa film ini memiliki dampak besar dalam membangkitkan kepedulian publik terhadap perjuangan rakyat Palestina.
“Film ini bukan hanya sekadar dokumenter, tetapi juga sebuah kesaksian sejarah tentang penindasan yang dialami saudara-saudara kita di Palestina. Pemerintah Indonesia bersama berbagai elemen masyarakat akan terus berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap perjuangan mereka,” ujar Fadli.
Acara yang juga didukung BAZNAS ini juga bagian dari kesadaran global melalui seni dan budaya karena film ijuga cara yang efektif untuk memperlihatkan betapa kejamnya penindasan yang terjadi di Palestina.
Sedangkan Forum Artis Peduli Palestina sendiri merupakan sebuah gerakan yang menggabungkan berbagai seniman lintas disiplin untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina.Dijelaskan musisi Armand Maulana, forum ini bertujuan untuk menciptakan karya yang relevan dengan generasi muda agar mereka lebih memahami perjuangan Palestina.
“Anak-anak muda melihat dari perspektif yang berbeda. Musik yang kita buat harus bisa masuk ke mereka, agar pesan perjuangan ini tetap relevan dan menyentuh hati banyak orang,” ujar Armand.
Senada dengan Armand, aktor senior Arswendy menyatakan bahwa dirinya merasa terpanggil untuk terlibat dalam gerakan ini.
“Saya berharap akan ada lebih banyak seniman yang bergabung. Tidak hanya dalam satu acara, tetapi terus bergerak sampai Palestina benar-benar merdeka,” katanya.
Ditambahkan Ustadz Erik Yusuf, salah satu penggagas forum ini, selama ini dukungan terhadap Palestina lebih banyak dilakukan melalui penggalangan dana dan konser amal. Namun, belum ada wadah khusus untuk memberikan edukasi yang lebih mendalam kepada masyarakat.
“Kami ingin menyatukan berbagai gerakan yang sudah ada. Misalnya, Kang Armand dan Teh Melly yang memiliki kelompok sendiri, kita bisa bersinergi untuk memperkuat gerakan ini,” ujar Ustadz Erik.
Ia menegaskan bahwa forum ini bukan gerakan berbasis agama, melainkan terbuka untuk semua seniman dari berbagai latar belakang yang ingin mendukung perjuangan Palestina melalui karya seni.
“Musik, film, komik digital, dan berbagai media kreatif lainnya bisa menjadi alat perjuangan yang kuat. No Other Land ini adalah salah satu bukti bagaimana film bisa menjadi dokumentasi sejarah yang menggugah kesadaran,” tambahnya.
Sebagai langkah awal, para musisi di forum ini berencana membuat sebuah lagu yang bisa dinyanyikan banyak penyanyi.
“Saya sudah menghubungi beberapa musisi. InsyaAllah, kita akan buat karya yang bisa menyentuh semua kalangan, bukan hanya sekadar lagu yang viral sebentar, tetapi benar-benar bermakna,” ujar Armand.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan terbesar adalah bagaimana memastikan pesan ini sampai kepada generasi muda.
“Dulu satu lagu bisa bertahan bertahun-tahun, sekarang lagu viral hanya bertahan beberapa bulan. Kita harus memastikan lagu ini tetap relevan dan sampai ke mereka,” pungkas Armand. (NVR)
