JAKARTA, AKURATNEWS – Tak bisa dipungkiri, musik reggae kerap diidentikkan dengan stigma buruk seperti ganja dan gaya hidup yang urakan. Tak iingin stigma itu terus melekat, band reggeae Obin The Flops bertekad mengubah stigma buruk tersebut.

“Meski reagge masih identik dengan ganja, tapi dimana pun kami berada, selalu infokan ke teman bahwa ganja tidak bisa di negara ini. Bedakan musik reggae dan budaya mariyuana. Bermusik ya bermusik saja,” ujar pentolan Obin The Flops, Obin di sela peluncuran single terbarunya ‘Mari Berdansa’ di Jakarta, Kamis (13/7).

Obin The Flops sendiri vakum selama enam tahun usai sang vokalis, Coki meninggal dunia.

“Sempat down juga ketika Coki meninggal. Jadi malas-malasan karena dia yang jadi tandem gue. Tapi gue harus melangkah. Dan sekarang gue sudah menemukan teman yang punya semangat sama. Makanya, sekarang bermusik lagi bersama Obin The Flops ini,” beber Obin.

Usai ‘Mari Berdansa’, Obin The Flops akan menyiapkan single lain yang akan dirilis setiap bulan. Setelah itu, barulah mereka menyiapkan album perdana.

Obin The Flops sendiri kini beranggotakan Obin (bass), Jom Jeje (drum) dan Lotar (vokalis). Bersama personel barunya ini, Obin mantap melaju kembali di kancah musik reggae. Apalagi setelah para seniornya seperti Ras Muhammad hingga mendiang Steven Jam memberinya masukan dan motivasi.

Dari segi musik, Obin memasukkan banyak hal baru di ‘Mari Berdansa’ yakni nuansa pop kental. Perpaduan pop dan reggae dianggap Obin menjadi langkah tepat agar lagunya bisa menjangkau lebih luas lagi penggemar.

“Kami juga ingin mengedukasi kalau musik reggae itu nggak melulu seperti lagu-lagu Bob Marley. Andaikata Bob Marley masih hidup pun, musiknya nggak akan sama seperti yang dulu,” bebernya.

Selain itu, dengan lagu barunya ini, Obin juga ingin menyatakan bahwa reggae itu tak mesti identik dengan narkoba. (NVR)

By Editor1