JAKARTA, AKURATNEWS – Bagi Puteri Indonesia Intelegensia 2015, Syarifah Olvah Bwefar Alhamid yang kini ‘nyemplung’ ke dunia politik praktis, untuk menjadi politikus tak harus punya pendidikan berlatar belakang politik.
“Yang penting punya keinginan besar untuk membenarkan sistem yang salah dan menyejahterakan rakyat,” ujar Olvah di sela diskusi bertajuk ‘Pentingnya Suara Generasi Muda Indonesia’ di Jakarta, Sabtu (8/4).
Dijelaskan dara asal Papua ini, dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya semua orang sudah melakukan apa yang dinamakan politik.
“Transaksi di pasar, jual beli bahkan saat kita merayu anak kecil yang menangis, kita sudah menjalankan politik. Jadi jangan bilang kalo kita tidak melakukan politik dalam kehidupan sehari-hari,” bebernya.
Olvah yang kini bergabung di Partai Nasdem ini akan lebih konsen di bidang kesehatan, terutama kesehatan ibu hamil di Papua.
“Setiap hari ada ibu mati karena melahirkan di Papua. Saya berani mati memperjuangkan hal ini,” tandasnya.
Ia juga menyoroti banyaknya perempuan Papua yang tidak pede dan mampu menunjukan kemampuannya di bidang lain.
“Mohon maaf, banyak yang hanya tonjolkan ‘depan’ dan ‘belakang’ saja. Saya harap wanita Papua jangan jadikan diri sendiri menjadi objek saja,” tandasnya lagi.
Olvah pun menyerukan generasi muda Papua tak menggunakan ‘mental kepiting’.
“Kepiting itu kalau di dalam baskom akan berebutan keluar dengan cara menarik kepiting lain. Jadi, siapa yg mau maju malah ditarik mundur. Itu yang saya harap tidak lagi dilakukan generasi muda Papua. Ayo kita maju bersama, jika satu lilin menyala, jangan matikan, kita nyala bersama-sama,” tegasnya. (NVR)
