JAKARTA, AKURATNEWS.co – Bintang sekaliguh kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappé, menjadi sasaran rasis yang  meluas hingga ke ranah internasional setelah Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam pernyataan Senator Paraguay, Celeste Amarilla, selama gelaran Piala Dunia 2026.

Perselisihan bermula setelah Prancis mengalahkan Paraguay dengan skor 1-0 pada babak 16 besar. Gol kemenangan Les Bleus dicetak Mbappé melalui eksekusi penalti.

Tak lama setelah pertandingan berakhir, Amarilla mengunggah serangkaian komentar di media sosial yang ditujukan kepada Mbappé. Unggahan tersebut memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak karena dinilai mengandung unsur rasisme dan menyerang identitas sang pemain.

Mbappé tidak tinggal diam menghadapi komentar tersebut.

Melalui akun X miliknya, penyerang berusia 27 tahun itu menyebut Amarilla sebagai “perempuan memalukan” dan menilai pernyataannya telah menutupi pencapaian impresif Paraguay di Piala Dunia.

Meski demikian, Mbappé menegaskan bahwa senator tersebut tidak mewakili rakyat Paraguay.

Ia justru memberikan apresiasi kepada masyarakat Paraguay yang dinilainya telah menunjukkan semangat dan dukungan luar biasa sepanjang turnamen berlangsung.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) langsung memberikan dukungan penuh kepada sang kapten dan mengumumkan akan menempuh langkah hukum atas komentar yang ditujukan kepada Mbappé.

Presiden FFF, Philippe Diallo, menyebut pernyataan Amarilla sama sekali tidak dapat diterima dan menegaskan federasi akan berdiri di belakang Mbappé.

PBB dan FIFA Ikut Mengecam

Kontroversi tersebut kemudian berkembang melampaui dunia sepak bola.

Kantor HAM PBB menyebut komentar Amarilla sebagai bentuk pernyataan yang “merendahkan martabat manusia” (dehumanising) dan menegaskan bahwa bahasa seperti itu tidak memiliki tempat dalam ruang publik.

PBB juga kembali menegaskan komitmennya untuk melawan segala bentuk rasisme dan diskriminasi, baik di dunia politik maupun olahraga.

Dukungan terhadap Mbappé juga datang dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang secara terbuka mengutuk serangan tersebut dan menyampaikan solidaritas kepada kapten tim nasionalnya.

Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa sepak bola harus terus menjadi garda terdepan dalam memerangi rasisme dan diskriminasi di seluruh dunia.

Pemerintah Paraguay juga mengambil sikap dengan menjauhkan diri dari pernyataan Amarilla.

Dalam keterangannya, pemerintah menegaskan bahwa komentar senator tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai maupun sikap masyarakat Paraguay. Mereka juga menekankan komitmen negara terhadap penghormatan terhadap martabat manusia, kesetaraan, dan saling menghormati.

Di sisi lain, pihak Kejaksaan Prancis dikabarkan telah membuka penyelidikan setelah menerima laporan terkait dugaan ujaran kebencian dan pelecehan daring yang ditujukan kepada Mbappé.

Kasus ini pun menjadi salah satu kontroversi terbesar di luar lapangan sepanjang Piala Dunia 2026, sekaligus kembali menyoroti penggunaan media sosial oleh tokoh publik dan konsekuensi hukum atas ujaran bernuansa rasis./Ib. Foto: Istimewa.

By Editor1