Perdana di Indonesia, PT Duta Topkey Energy Bawa Teknologi Drone Pencuci Isolator Jaringan Listrik

0
IMG-20261015-WA0001

JAKARTA AKURATNEWS.co – Sebuah inovasi teknologi baru dihadirkan PT Duta Topkey Energi di Indonesia lewat pengembangan inovasi teknologi drone cleaning insulator untuk mendukung pemeliharaan jaringan transmisi tenaga listrik di Indonesia.

Teknologi ini dirancang untuk membersihkan isolator tanpa mengharuskan operator memanjat menara transmisi, sehingga berpotensi meningkatkan keselamatan kerja dan efisiensi operasional.

Demonstrasi teknologi ini sendiri sudah digelar pada Selasa (13/10) di lingkungan Unit External ULTG Yogyakarta, Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah.

Inovasi ini mendapat sambutan positif dari Direktur Transmisi dan Perencanaan PLN, Daniel Tampubolon. Ia menyambut baik gagasan pemanfaatan drone untuk mendukung pengembangan metode pemeliharaan jaringan transmisi tenaga listrik.

Meski demikian, pemanfaatan teknologi tersebut masih memerlukan evaluasi teknis dan operasional sebelum diterapkan secara lebih luas. Aspek keselamatan, keandalan peralatan, kepatuhan terhadap standar yang berlaku, serta kesesuaian dengan kebutuhan jaringan menjadi pertimbangan utama.

CEO sekaligus Direktur Utama PT Duta Topkey Energi, Novita Emilda, S.E., M.M., mengatakan inovasi drone cleaning insulator dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan pemeliharaan jaringan transmisi, khususnya akibat penumpukan garam laut, debu, abu vulkanik, dan partikel lain yang menempel pada isolator.

Sebagai negara kepulauan dengan wilayah pesisir yang luas, Indonesia menghadapi risiko kontaminasi isolator akibat angin laut yang membawa partikel garam. Material tersebut dapat bercampur dengan debu dan kotoran lain, membentuk lapisan kontaminan pada permukaan isolator.

Apabila tidak ditangani sesuai kebutuhan pemeliharaan, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kinerja isolasi dan meningkatkan risiko flashover, yakni loncatan listrik pada permukaan isolator yang dapat mengganggu keandalan jaringan.

“Risiko serupa juga dapat muncul akibat abu vulkanik dari aktivitas gunung berapi maupun partikel debu dari kebakaran lahan,” ujar Novita di Jakarta, Rabu (14/10).

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan metode pemeliharaan yang lebih adaptif terhadap tantangan lingkungan dan karakteristik jaringan transmisi di berbagai wilayah Indonesia.

“Selama ini, pekerjaan pembersihan isolator pada jaringan transmisi dapat dilakukan secara manual dengan melibatkan tenaga manusia yang harus bekerja di ketinggian, sehingga memiliki risiko kecelakaan kerja. Melalui inovasi teknologi drone, kami ingin menghadirkan alternatif metode pemeliharaan yang dapat mengurangi paparan personel terhadap risiko tersebut, sekaligus mendukung pekerjaan yang lebih efektif dan efisien,” ujar Novita.

Demonstrasi teknologi drone pencuci insulator jaringan listrik di lingkungan Unit External ULTG Yogyakarta.

Ditambahkan Direktur PT Duta Topkey Energi, Alex Xu, d,alam pengoperasiannya, drone dilengkapi tabung berisi cairan khusus untuk membersihkan isolator. Perangkat diterbangkan menuju titik jaringan yang menjadi sasaran pemeliharaan.

“Drone dapat bekerja sekitar 30 menit sebelum diturunkan untuk penggantian tabung dan melanjutkan proses pembersihan,” jelas Alex.

Untuk durasi aktual pekerjaan dapat menyesuaikan kapasitas peralatan, kondisi lapangan, kebutuhan pembersihan, serta prosedur keselamatan yang diterapkan.

Teknologi ini diharapkan menjadi alternatif terhadap metode konvensional yang melibatkan pekerjaan manual di ketinggian.

“Namun, pengoperasian drone tetap membutuhkan operator terlatih dan prosedur khusus untuk memastikan kegiatan pemeliharaan berlangsung sesuai standar keselamatan kelistrikan,” lanjut Alex.

Perusahaan juga mengevaluasi pengembangan peralatan agar dapat menyesuaikan kebutuhan operasional pada jaringan transmisi dengan kondisi yang berbeda-beda.

Bagi PT Duta Topkey Energi, inovasi ini tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital dalam pengelolaan infrastruktur energi.

Ditegaskan Novita, perusahaan berharap pemanfaatan drone untuk pembersihan isolator dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan PLN dan para pemangku kepentingan terkait.

“Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan melalui evaluasi teknis, penerapan standar keselamatan yang berlaku, serta kolaborasi dengan PLN dan para pemangku kepentingan terkait,” ujarnya.

Menurut Novita, pengembangan teknologi tersebut masih memerlukan tahapan evaluasi karena setiap wilayah memiliki kondisi jaringan, karakteristik lingkungan, dan kebutuhan operasional yang berbeda.

Perusahaan, lanjutnya, belum menetapkan target waktu penerapan secara nasional. Kebutuhan investasi juga masih dalam tahap evaluasi dengan mempertimbangkan spesifikasi peralatan dan kondisi lapangan..

Selain keselamatan dan efisiensi, pengembangan teknologi ini berpotensi membuka peluang kerja baru di bidang pengoperasian drone untuk kebutuhan industri.

Novita mengatakan perusahaan berencana bekerja sama dengan lembaga pelatihan dan sertifikasi untuk menyiapkan operator yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pekerjaan pemeliharaan jaringan transmisi.

Untuk tahap awal, pelatihan masih melibatkan tenaga ahli dari China. Ke depannya, perusahaan berharap dapat meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal agar operator yang telah menguasai teknologi tersebut bisa dikembangkan menjadi instruktur bagi operator baru.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada generasi muda Indonesia untuk mengikuti pelatihan dan menjadi tenaga ahli yang mampu mengoperasikan teknologi ini,” kata Novita.

Menurut dia, kebutuhan tenaga terampil berpotensi berkembang seiring luasnya jaringan transmisi listrik yang membutuhkan pemeliharaan berkala. Meski begitu, jumlah kebutuhan operator dan skema pelatihan masih perlu disesuaikan dengan rencana implementasi serta kebutuhan operasional di lapangan.

Pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian dari rencana perusahaan agar pemanfaatan teknologi tersebut tidak hanya bergantung pada tenaga ahli dari luar negeri, tetapi juga dapat memperkuat kemampuan teknis tenaga kerja Indonesia. (NVR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *