JAKARTA, AKURATNEWS.co – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa Merah Putih dibangun untuk memutus ketergantungan petani kepada rentenir dan memangkas panjangnya rantai distribusi bahan pokok.
Prabowo mengatakan petani selama ini menanggung bunga pinjaman yang dapat mencapai satu persen per hari. Beban itu membuat mereka sulit keluar dari kemiskinan.
“Rentenir itu hidup dengan mengisap darah petani kita. Dengan bunga satu persen sehari, tidak mungkin mereka bangkit,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Pemerintah telah mulai mengoperasikan 1.000 koperasi desa. Hingga akhir 2026, jumlah koperasi yang beroperasi ditargetkan mencapai 30.000.
Prabowo menegaskan koperasi tersebut tidak boleh hanya berdiri di atas kertas. Setiap koperasi akan dilengkapi gudang, ruang pendingin, kendaraan angkut, gerai obat generik, dan bengkel.
Fasilitas itu disiapkan agar petani tidak terpaksa menjual hasil panen dengan harga rendah karena tidak memiliki tempat penyimpanan.
Prabowo juga menyoroti panjangnya rantai perdagangan bahan pokok. Selama ini, hasil petani melewati pengumpul, distributor, subdistributor, pedagang besar, dan pengecer sebelum sampai kepada konsumen.
Berdasarkan kajian Kementerian Pertanian yang dikutip Prabowo, pihak perantara mengambil margin sekitar 30 hingga 40 persen. Nilainya diperkirakan mencapai Rp313 triliun.
“Yang dinikmati petani hanya 30 persen. Sekitar 40 persen dinikmati middleman,” ujarnya.
Melalui koperasi desa, pemerintah ingin menekan margin distribusi menjadi sekitar 5 hingga 10 persen. Selisihnya diharapkan kembali kepada petani dan konsumen.
Prabowo memperkirakan perbaikan rantai pasok dapat membuat sekitar Rp250 triliun beredar di tingkat masyarakat bawah.
Koperasi juga akan menjadi jaringan distribusi barang bersubsidi dari pusat hingga desa. Pemerintah berharap sistem itu dapat mencegah penimbunan dan membantu mengendalikan inflasi, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Prabowo mengakui pelaksanaan program masih menghadapi kendala listrik, air, internet, dan potensi penyelewengan. Ia berjanji menindak pengurus yang mencari keuntungan pribadi.
“Kita tidak akan pilih kasih dan tidak akan tebang pilih,” tutup Prabowo./Ib.
