JAKARTA, AKURATNEWS.co – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi meluncurkan program Madrasah Layak Belajar (MLB), sebuah inisiatif strategis mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas di Indonesia.

Program ini menyasar 1.000 madrasah di seluruh Indonesia, yang masing-masing akan menerima bantuan senilai Rp25 juta untuk renovasi ruang kelas dan/atau perpustakaan.

Peluncuran program berlangsung di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (5/8) dan dihadiri langsung Menteri Agama (Menag), Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., serta Ketua BAZNAS, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Acara ini juga diikuti oleh perwakilan ormas Islam bidang pendidikan, pimpinan BAZNAS daerah, dan para kepala madrasah dari seluruh Indonesia secara hybrid.

Menag Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif BAZNAS yang dinilainya sangat relevan dengan kebutuhan nyata pendidikan madrasah saat ini. Menurutnya, madrasah masih tertinggal jauh dibanding sekolah umum dalam hal fasilitas, akses, dan perhatian negara.

“Saya merasa ini adalah momen penting. Madrasahyang banyak berada di lapisan masyarakat bawah masih kekurangan fasilitas memadai. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kelompok mustadh’afin,” ujar Nasaruddin.

Ia juga menegaskan bahwa murid-murid madrasah merupakan kelompok yang sangat layak disebut sebagai penerima zakat (asnaf). Bahkan, lanjutnya, hampir seluruh kategori asnaf dalam zakat tercermin dalam kehidupan para santri madrasah.

“Untung ada BAZNAS yang melihat ketimpangan ini. Atas nama seluruh pemangku kepentingan madrasah, saya menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS dan para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS, KH. Noor Achmad, menyampaikan bahwa program Madrasah Layak Belajar merupakan bentuk tanggung jawab sosial BAZNAS untuk memastikan pendidikan yang inklusif dan adil di Indonesia, terutama bagi madrasah swasta yang kerap luput dari perhatian.

“Insya Allah tahun ini kami kembali menyalurkan bantuan untuk 1.000 madrasah, masing-masing senilai Rp25 juta. Bahkan tadi ada usulan agar satu madrasah yang baru terbakar ikut dimasukkan sebagai penerima tambahan, jadi jumlahnya menjadi 1.001 madrasah,” jelasnya.

Program MLB tahun ini merupakan kelanjutan dari upaya serupa yang dilakukan BAZNAS pada tahun sebelumnya, yang juga menyasar 1.000 madrasah dengan skema bantuan yang sama.

Dalam kesempatan ini, Menag juga menyoroti pentingnya madrasah dalam pembentukan karakter bangsa. Ia menyebut madrasah sebagai institusi pendidikan yang menyatu dengan kultur rakyat, dan karenanya harus diparalelkan dengan program sekolah rakyat.

“Tidak mungkin semuanya bisa dijangkau pemerintah. Maka dari itu, inisiatif seperti ini dari BAZNAS sangat penting untuk menopang lapisan masyarakat yang tidak terlayani,” ujar Nasaruddin.

Ia menambahkan bahwa meski ada perbedaan bentuk dan pendekatan antara madrasah dan sekolah umum, keduanya memiliki tujuan yang sama: mencetak anak-anak yang berkarakter, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.

Peluncuran program ini juga dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS lainnya, seperti Saidah Sakwan (Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), H. Achmad Sudrajat (Bidang Koordinasi Nasional), serta perwakilan dari Kementerian Agama, termasuk Prof. Dr. H. Suyitno (Dirjen Pendidikan Islam), dan Prof. Dr. Hj. Nyayu Khodijah (Direktur Kurikulum Madrasah). (NVR)

By editor2