JAKARTA, AKURATNEWS.co —  Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Kamis (27/8/2026),  mengumumkan bahwa sebanyak 34 warga negara Australia (WN Australia) dilaporkan hilang setelah banjir dahsyat menerjang wilayah Nepal yang berbatasan dengan China.

“Saat ini, ada 34 warga negara Australia yang dinyatakan hilang,” kata Albanese.

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan pejabat Departemen Luar Negeri dan Perdagangan masih berupaya memastikan keberadaan serta keselamatan warga Australia yang berada di wilayah bencana.

Penny Wong menyampaikan informasi tersebut melalui platform X. Upaya pencarian dilakukan setelah banjir bandang dan longsor lumpur menerjang kawasan perbatasan China-Nepal.

China Central Television (CCTV) sebelumnya melaporkan jumlah orang yang hilang setelah bencana longsor lumpur di dekat perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong) antara China dan Nepal mencapai 558 orang.

Dalam laporan tersebut disebutkan tiga orang meninggal dunia dan 558 orang hilang, termasuk 260 warga negara asing. Jumlah tersebut masih dalam proses pendataan dan verifikasi.

Longsor lumpur besar terjadi di wilayah Nepal pada Rabu (26/8/2026) pagi. Bencana tersebut berdampak pada kawasan sekitar perlintasan perbatasan Gyirong di perbatasan China-Nepal, wilayah otonom Tibet, Shigatse.

Sementara itu, upaya penyelamatan di Nepal masih berlangsung pada Kamis. Otoritas setempat menyebut banjir bandang tersebut telah menewaskan lebih dari 160 orang dan menyebabkan ratusan lainnya masih hilang.

Otoritas pariwisata Nepal menyebut jumlah orang yang hilang dalam bencana yang terjadi pada Rabu di dekat perbatasan Nepal dengan China mencapai 590 orang dari 29 negara.

Mereka, menurut otoritas dan media lokal, termasuk wisatawan asing dari sejumlah negara seperti India, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat. Lima warga negara Jepang juga dilaporkan hilang.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meminta masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan lima warga Jepang tersebut agar menghubungi Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu.

Permintaan tersebut disampaikan Takaichi melalui unggahannya di X. Seorang pejabat kedutaan mengatakan pihaknya belum dapat menghubungi kelima warga Jepang yang diyakini merupakan peserta tur.

Kedutaan Besar Jepang juga telah meminta otoritas setempat melakukan pencarian terhadap mereka.

Banjir bandang tersebut dilaporkan dipicu oleh runtuhnya gletser. Sungai Bhotekoshi di wilayah pegunungan Rasuwa, Nepal, kemudian meluap dan merusak rumah serta sejumlah infrastruktur.

Pembangkit listrik tenaga air menjadi salah satu infrastruktur yang terdampak akibat luapan sungai tersebut.

Di sisi lain, Kantor Berita Xinhua China melaporkan tiga orang tewas dan lebih dari 550 orang masih belum diketahui keberadaannya setelah longsor lumpur terjadi di Shigatse, salah satu kota besar di Daerah Otonom Tibet.

Data mengenai korban dan orang hilang masih mengalami pendataan serta verifikasi. Di tengah proses tersebut, pencarian dan upaya penyelamatan terhadap warga yang terdampak bencana terus dilakukan./Teg. Foto: Tangkapan laar Video.

By Editor1