JAKARTA, AKURATNEWS.co – Dalam permasalahan ini perlu di perinci, kita harus tahu/memperkirakan terlebih dahulu apakah tuan rumah berkeberatan atau tidak dengan puasa kita.
Kalau ia tidak berkeberatan maka kita tetap lanjutkan berpuasa. Bila ia keberatan, maka lebih utama kita memakan hidangannya dan berpuasa di hari-hari bulan Syawal lainnya.
Syaikh Khotib Asy Syirbini menjelaskan didalam kitabnya:
فَإِنْ شَقَّ عَلَى الدَّاعِي صَوْمُ نَفْلٍ) مِنْ الْمَدْعُوِّ (فَالْفِطْرُ) لَهُ (أَفْضَلُ) مِنْ إتْمَامِ الصَّوْمِ وَلَوْ آخِرَ النَّهَارِ لِجَبْرِ خَاطِرِ الدَّاعِي: «لِأَنَّهُ ﷺ لَمَّا أَمْسَكَ مَنْ حَضَرَ مَعَهُ وَقَالَ: إنِّي صَائِمٌ. قَالَ لَهُ: يَتَكَلَّفُ لَك أَخُوك الْمُسْلِمُ، وَتَقُولُ: إنِّي صَائِمٌ؟ أَفْطِرْ، ثُمَّ اقْضِ يَوْمًا مَكَانَهُ» رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ وَغَيْرُهُ: فَإِنْ لَمْ يَشُقَّ عَلَيْهِ ذَلِكَ فَالْإِمْسَاكُ أَفْضَلُ، وَلَا يُكْرَهُ أَنْ يَقُولَ: إنِّي صَائِمٌ، حَكَاهُ الْقَاضِي أَبُو الطَّيِّبِ عَنْ الْأَصْحَابِ، أَمَّا صَوْمُ الْفَرْضِ فَلَا يَجُوزُ الْخُرُوجُ مِنْهُ وَلَوْ مُوَسَّعًا كَنَذْرٍ مُطْلَقٍ.
“Jika puasa sunnah seseorang menyulitkan tuan rumah yang mengundangnya, maka berbuka lebih utama baginya daripada menyempurnakan puasanya, meskipun sudah di penghujung hari, demi menghormati perasaan tuan rumah.
Hal ini berdasarkan kisah ketika Nabi ﷺ sedang berpuasa, lalu orang-orang yang hadir bersamanya juga menahan diri dari makan. Kemudian seseorang berkata kepada beliau: “Saudara Muslimmu sudah repot-repot (menyediakan makanan) dan kamu berkata, ‘Saya sedang berpuasa?’ Batalkanlah puasamu dan qadha’lah pada hari lain sebagai gantinya,” (Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan lainnya.)
Namun, jika puasanya tidak memberatkan tuan rumah, maka tetap melanjutkan puasa lebih utama. Tidak makruh jika seseorang berkata, “Aku sedang berpuasa,” sebagaimana dinukil oleh Al-Qadhi Abu Ath-Thayyib dari para ulama mazhab.
•Adapun puasa wajib, maka tidak diperbolehkan membatalkannya, meskipun itu adalah puasa wajib yang waktunya masih luas, seperti puasa nadzar yang tidak ditentukan waktunya.” [Mughnil Muhtaj Juz 4 Hal 409]./Ib
