JAKARTA, AKURATNEWS.co  – Kekuatan maritim Indonesia berpeluang memasuki babak baru. Kapal induk ringan Giuseppe Garibaldi disebut akan memperkuat armada TNI Angkatan Laut (TNI AL) setelah Indonesia mendapatkan hibah dari Pemerintah Italia.

Jika terealisasi, langkah ini menjadi tonggak sejarah karena Indonesia untuk pertama kalinya memiliki kapal induk sebagai bagian dari postur pertahanan laut nasional.

Giuseppe Garibaldi bukan kapal biasa. Kapal induk veteran Angkatan Laut Italia ini mulai masuk dinas pada 1985, sehingga pada 2026 usianya mencapai sekitar 41 tahun. Meski tergolong senior, usia tersebut masih sekelas dengan sejumlah kapal induk tua dunia yang hingga kini tetap dipertahankan dan dioperasionalkan oleh negara-negara besar.

Di Amerika Serikat, beberapa kapal induk yang usianya telah melampaui 40 tahun masih aktif, antara lain USS Nimitz (mulai dinas 1975, usia sekitar 51 tahun pada 2026), USS Dwight D. Eisenhower (1977, usia sekitar 49 tahun), USS Carl Vinson (1982, usia sekitar 44 tahun), serta USS Theodore Roosevelt (1986, usia sekitar 40 tahun). Kapal-kapal tersebut menjadi bukti bahwa kapal induk yang berusia puluhan tahun tetap dapat menjadi kekuatan strategis, selama didukung modernisasi, perawatan, dan sistem tempur yang terus diperbarui.

Selain Amerika Serikat, Rusia juga masih mengoperasikan kapal induk tua yang berusia lebih dari 40 tahun, yakni Admiral Kuznetsov. Kapal induk kebanggaan Rusia itu mulai masuk dinas pada 1991, sehingga pada 2026 usianya berada di kisaran 35 tahun. Meski belum menembus 40 tahun pada 2026, Kuznetsov tetap dikategorikan sebagai kapal induk senior yang menjadi simbol proyeksi kekuatan laut Rusia, sekaligus salah satu kapal induk paling dikenal di dunia.

Sementara itu, kapal induk tua lain yang masih tercatat aktif dan belum melampaui 40 tahun adalah Chakri Naruebet milik Thailand (mulai dinas 1997, usia sekitar 29 tahun). Kapal induk besar lain seperti Charles de Gaulle (Prancis) dan Liaoning (China) juga masih berusia jauh di bawah 40 tahun.

Masuknya Giuseppe Garibaldi ke dalam jajaran armada Indonesia dinilai bukan sekadar penambahan alutsista, tetapi simbol penguatan postur maritim. Kapal induk dapat menjadi platform strategis untuk mendukung operasi laut jarak jauh, patroli, latihan gabungan, hingga Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti bantuan bencana, pengiriman logistik, serta evakuasi.

Meski hibah diberikan tanpa biaya pembelian, Indonesia tetap diperkirakan perlu menyiapkan dukungan teknis, pemeliharaan, serta penyesuaian sistem agar kapal dapat dioperasikan optimal sesuai kebutuhan TNI AL. Namun langkah ini dipandang sebagai investasi strategis yang memperkuat kedaulatan dan daya tangkal negara di laut.

Dengan hadirnya Giuseppe Garibaldi, Indonesia tidak sekadar menambah kapal, tetapi memperkuat barisan. Di lautan luas yang menjadi halaman depan Nusantara, penguatan armada adalah pesan tegas: Indonesia menjaga lautnya, menjaga martabatnya, dan menjaga masa depannya./Teg.

By Editor1