JAKARTA, AKURATNEWS.co – Kontrasnya perayaan kemerdekaan Indonesia ke-81 dengan kondisi anak-anak yang menjadi korban program pemerintah menjadi sorotan jelang HUT RI ke-81 ini.

Ekonom dan Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira saat hadir dalam acara Kamisan di depan Istana, Kamis (14/8) mempertanyakan semangat euforia kemerdekaan di tengah masih adanya kekerasan struktural terhadap rakyat.

“Ini sampai sore ini masih bertahan, karena kita percaya tipologi dari kekerasan berlanjut,” kata Bhima dalam orasinya seperti dilansir dari Instagramnya.

Bhima mengaitkan kondisi hari ini dengan semangat yang diajarkan almarhum Munir. Menurutnya, pesan Munir bahwa “semua korban adalah kawan” masih sangat relevan.

“Dulu Munir, hari ini 40.700 anak di-Munir-kan. 40.700 mereka berangkat sekolah dengan senang hati, dengan penuh harapan dapat ilmu,” ujarnya.

Ia menyebut 40.700 anak itu kini masuk rumah sakit karena mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Orang tua diberitakan anak yang masuk rumah sakit, karena makan. Makan bergizi yang sebenarnya tidak gratis,” tandas Bhima.

Selain korban MBG, Bhima juga menyoroti korban dari proyek-proyek lain. Ia menyebut korban dari Koperasi Merah Putih, food estate di Merauke hingga di Kalimantan Tengah.

“Mereka yang menjadi korban dari koperasi merah putih, dari makan bergizi gratis, dari food estate yang ada di Merauke, jangan ada di Kalimantan Tengah. Mereka adalah para korban,” ujarnya.

Bhima juga menyebut para korban itu harus terus dikuatkan untuk “bicara kebenaran”.

Di sisi lain, Bhima juga menyentil pihak-pihak yang ia sebut “meracuni” dan “merampok” uang rakyat melalui pajak.

“Dan jangan lupa mereka yang sudah meracuni, yang sudah merampok pajak-pajak kita, kita akan catat namanya satu-satu. Kita akan catat dan kita akan ditagih sampai kapan pun,” tegasnya.

Pernyataan Bhima ini muncul di tengah ramai perbincangan urgensi war tiket perayaan HUT RI ke-81 di Istana Negara Jakarta.

Baginya, merayakan kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab negara melindungi warganya. (NVR)

By editor2