MALANG, AKURATNEWS.co – Forum Senior Official Meeting on Rural Development and Poverty Eradication (SOMRDPE) resmi ditutup di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Malang. Penutupan yang berlangsung pada Sabtu (31/8) ini menandai akhir dari diskusi intensif yang dihadiri perwakilan dari seluruh negara anggota ASEAN, yang bersama-sama berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan dan inklusif di kawasan Asia Tenggara.

Dalam pidatonya sebelum menutup forum, Plh Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Desa, Rachmatia Handayani menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara ASEAN dalam mengembangkan desa sebagai motor penggerak ekonomi.

Ia menyebutkan bahwa desa-desa di Asia Tenggara memiliki potensi besar, terutama dalam sektor pariwisata dan digitalisasi, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal dan regional.

“Kita berkomitmen untuk memastikan tidak ada desa yang tertinggal di belakang. Melalui kerja sama ini, kita akan membangun desa-desa di seluruh pelosok ASEAN dan bersama-sama mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” kata Rachmatia Handayani.

Pertemuan SOMRDPE ini menyoroti pentingnya pembangunan desa sebagai bagian integral dari strategi ekonomi yang lebih luas. Desa-desa di kawasan ASEAN diidentifikasi memiliki potensi besar, khususnya dalam sektor pariwisata dan pertanian berbasis komunitas. Pengembangan infrastruktur, peningkatan akses digital, dan pemberdayaan masyarakat lokal menjadi fokus utama dalam upaya ini.

Delegasi Filipina dalam sambutannya menekankan, forum ini tidak hanya berhasil dalam aspek perencanaan tetapi juga dalam memperkenalkan budaya dan inovasi desa-desa di Indonesia, khususnya di Kota Batu dan Kabupaten Malang.

“Kami terkesan dengan kemajuan desa-desa di Pujon Kidul dan Kanjuruhan, yang tidak hanya menawarkan keindahan alam tetapi juga inovasi lokal yang dapat menjadi model bagi desa-desa lain di kawasan ini,” ujar delegasi Filipina.

Forum SOMRDPE tidak hanya membahas strategi pembangunan desa, tetapi juga memperhitungkan dampaknya terhadap ekonomi regional. Pengembangan desa diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui diversifikasi ekonomi lokal, terutama dalam bidang pariwisata, pertanian, dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dengan kolaborasi antarnegara anggota ASEAN, diharapkan desa-desa di kawasan ini dapat menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya ini, para delegasi juga menyepakati perlunya memperkuat jaringan desa melalui ASEAN Village Network (AVN). Jaringan ini akan menjadi platform untuk berbagi pengetahuan, teknologi, dan praktik terbaik antar desa di ASEAN, yang pada gilirannya akan membantu mengurangi kemiskinan dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Penutupan SOMRDPE 2024 diwarnai dengan pemberian piagam penghargaan kepada para delegasi, serta simbolisasi komitmen bersama melalui upacara kentongan, yang diikuti oleh seluruh delegasi dan tamu undangan. Hadir dalam acara penutupan tersebut adalah Sekretaris Daerah Kota Batu, Zadim Efisiensi, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Benny Sampirwanto, serta pejabat tinggi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Dengan berakhirnya SOMRDPE 2024, harapan besar disematkan pada upaya kolektif negara-negara ASEAN untuk tidak hanya membangun desa-desa yang berkelanjutan, tetapi juga menciptakan lingkungan ekonomi yang inklusif dan dinamis.

Kolaborasi yang terjalin di forum ini menjadi fondasi penting bagi masa depan desa-desa di Asia Tenggara, yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi regional dalam beberapa tahun ke depan. (NVR)

By Editor1