Soroti Keamanan Perawatan Kecantikan, dr Ayu Widyaningrum Tawarkan Inovasi Autologous
JAKARTA, AKURATNEWS.co – Dunia kecantikan belakangan ini terus berkembang dengan berbagai teknologi dan metode perawatan. Walau begitu, publik tetap diminta tetap memastikan keamanan serta efektivitas perawatan.
Seperti yang diungkapkan pakar kecantikan, dr Ayu Widyaningrum. Ia menyoroti maraknya penggunaan krim racikan di pasaran yang memiliki etiket biru, yakni krim yang mengandung bahan aktif kuat dan seharusnya hanya diperoleh melalui resep dokter yang belakangan ini marak di pasaran.
“Krim dengan etiket biru itu harusnya digunakan sebagai pengobatan, tidak boleh dijual bebas. Krim ini mengandung bahan aktif seperti hidrokuinon atau retinol dosis tinggi yang dapat menyebabkan efek samping serius jika digunakan tanpa pengawasan dokter, seperti iritasi atau munculnya flek lebih banyak karena paparan sinar matahari,” jelas dr. Ayu usai tampil di acara di sebuah TV swasta, Senin (7/10).
Ia juga mendorong Dinas Kesehatan dan BPOM untuk lebih memperketat pengawasan produk kecantikan dan kosmetik yang beredar di pasaran.
“Sebelum memberikan izin edar, krim racikan ini harus discreening dengan baik. Kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan BPOM sangat penting agar masyarakat mendapatkan produk yang aman,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya memilih kosmetik yang tepat dan tidak mudah tergiur dengan produk yang dijual bebas secara online tanpa resep.
Menurutnya, penggunaan kosmetik yang salah atau berlebihan dapat menimbulkan masalah kulit yang lebih parah di kemudian hari.
“Pada kasus flek atau melasma, pasien harus melalui perawatan yang tepat dengan resep dokter sebelum menggunakan krim-krim kosmetik yang dijual bebas. Bahan aktif seperti hidrokuinon atau retinol harus digunakan dengan hati-hati dan hanya di bawah pengawasan profesional,” bebernya.
Menurut dr Ayu, saat ini masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya perawatan kulit. Namun, ia tetap mengingatkan bahwa penggunaan produk harus disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis kulit masing-masing.
“Kita harus lebih selektif dalam memilih produk. Jangan tergiur dengan iklan yang menawarkan hasil instan. Apa yang cocok untuk satu orang, belum tentu cocok untuk orang lain. Yang penting, kita tahu apa yang terbaik untuk kulit kita,” ujar dr Ayu.

Dalam kesempatan ini, dr Ayu juga memperkenalkan teknologi terbaru dalam dunia kecantikan yang ia kembangkan sendiri, yaitu The Executive Tim Cell dan V-Transfer Nano, yang memanfaatkan metode autologous.
“Tim Cell adalah inovasi yang saya kembangkan untuk pasien di atas 35 tahun yang ingin perawatan anti-aging. Kami mengambil sel dari tubuh pasien dan menyuntikkannya kembali ke area wajah untuk mengatasi kerutan halus, kantung mata, dan flek,” jelasnya.
Sementara itu, V-Transfer Nano adalah teknik penggantian filler menggunakan lemak dari tubuh pasien sendiri.
“Kami mengambil lemak dari perut pasien, mengolahnya menjadi nano fat, dan menyuntikkannya ke bagian wajah yang membutuhkan, seperti kantung mata. Ini aman untuk pasien, bahkan yang memiliki kondisi seperti diabetes atau yang sedang dalam fase pasca-kemoterapi,” lanjutnya.
Metode autologous dikatakannya, adalah metode yang sangat aman karena tidak mungkin seseorang alergi terhadap dirinya sendiri.
“Misalnya, ketika kita mengambil sel dari tubuh pasien, risiko seperti nekrosis atau granuloma menjadi sangat rendah. Meskipun demikian, sebagai dokter, kita tetap harus berhati-hati dalam prosedur ini untuk memastikan pasien mendapatkan hasil yang maksimal,” bebernya lagi.
Pamungkas, dr Ayu juga memberikan beberapa tips untuk menjaga kesehatan kulit di tengah maraknya polusi dan gaya hidup modern.
“Skin care itu adalah kebutuhan, terutama di era sekarang dengan polusi yang tinggi. Kulit kita membutuhkan perlindungan dan perawatan yang konsisten. Jika Anda sudah cocok dengan satu produk, jangan terlalu sering berganti-ganti. Pilihlah produk yang sesuai dengan jenis kulit, dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika menghadapi masalah kulit yang lebih serius,” jelasnya.
Dengan telah hadirnya teknologi seperti autologous dan inovasi perawatan lainnya, dr Ayu berharap masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya perawatan kulit yang aman dan terkontrol, serta menghindari penggunaan produk yang tidak memiliki izin edar atau resep dokter.
“Kecantikan adalah tentang kesehatan, bukan hanya tentang penampilan luar. Jadi pastikan Anda memilih yang terbaik untuk kulit Anda,” tutupnya. (NVR)
