JAKARTA, AKURATNEWS.co – Spanyol yang merupakan salah satu sekutu Amerika, secara lantang dan keras mengkritik Israel soal Gaza. Tak hanya itu, negri Matador ini juga mengecam serangan AS-Israel ke Iran.

Perdana Menteri Pedro Sanchez bahkan secara terang-terangan bilang aksi itu berbahaya, ilegal, dan bisa meledakkan kawasan.

Tindakan nyata Spanyol terhadap penentangan aksi AS-Israel diwujudkan dengan  menutup akses pangkalan militernya buat operasi ofensif Amerika. Artinya jelas: “jangan pakai tanah kami buat menyulut perang.”

Kenapa Spanyol berani beda sendiri?. Karena mereka punya memori pahit.

Tahun 2004, bom Madrid menewaskan ratusan orang. Banyak warga percaya itu efek domino dari dukungan pemerintah mereka ke invasi Irak.

Sejak itu, rakyat Spanyol makin curiga pada perang gaya Amerika, datang bawa slogan demokrasi, pulang bawa peti mati.

Belum lagi trauma perang saudara Spanyol. Mereka tahu rasanya kota dibom,
warga ngungsi, saudara bunuh saudara.

Jadi saat melihat Gaza hancur, mereka bukan lihat statistik, tetapi mereka lihat bayangan sejarah sendiri.

Spanyol juga punya hubungan panjang dengan dunia Arab sejak era Andalusia. Jadi mereka tidak  gampang telan narasi hitam-putih bahwa semua kritik ke Israel itu ekstremisme.

Di bawah Perdana Menteri Sanchez, Spanyol mengakui Palestina, dukung gugatan genosida di ICJ, embargo senjata ke Israel, bahkan tarik dubes.
Jelas, ini tamparan politik bagi AS dan Israel.

Yang bikin AS makin kesal adalah, ternyata mayoritas rakyat Spanyol setuju dengan langkah yang diambil Perdana Menteri Sanxhez.

Survei menunjukkan 68% warga menolak perang ke Iran. Sementara survei lain mencatat penolakan sampai 85%. Mendukung keputusan pemerintah untuk tidak membantu operasi militer AS-Israel.

Bahkan 53% setuju pangkalan AS di Spanyol jangan dipakai menyerang Iran.
Hampir 80% warga mengaku khawatir konflik ini bisa merusak stabilitas dunia.

Banyak warga Spanyol yang bilang Trump gila, dan memuji Sanchez karena berani melawan Amerika.

Di media sosial, Sanchez disebut juara internet pekan ini. Ada yang bilang Spanyol sedang menyelamatkan kehormatan Eropa, disaat negara lain sibuk tunduk.

Intinya, Spanyol sedang mengirim pesan ke dunia Barat, bahwa menjadi sekutu bukan berarti harus menjadi budak.

Akankah sikap berani yang ditunjukkan oleh  Spanyol ini akan diikuti oleh negara sekutu lainnya?./Firman Syah-Tim Redaksi, Foto: Istimewa.

By Editor1