JAKARTA, AKURATNEWS.co – Jet tempur multiperan generasi 4.5 buatan Tiongkok, Chengdu J-10C “Vigorous Dragon”, yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Pakistan, dilaporkan telah menembak jatuh beberapa pesawat tempur India, termasuk jet Rafale buatan Prancis yang canggih. Insiden ini telah menarik perhatian tajam dari kekuatan-kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China, karena menandai uji coba pertama sistem senjata canggih China terhadap teknologi militer Barat di dunia nyata.
Dua pejabat senior AS, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Reuters, menyatakan dengan “keyakinan tinggi” bahwa J-10C Pakistan menembakkan rudal udara-ke-udara dan menembak jatuh setidaknya dua pesawat tempur India. Salah satu pesawat telah dikonfirmasi sebagai Rafale F3R, jet tempur tercanggih India.
Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan. Sementara India mengklaim berhasil menargetkan infrastruktur “teroris” di dalam Pakistan, penggunaan jet J-10C China dan rudal udara-ke-udara PL-15 telah menjadi pusat perhatian.
PL-15 dikenal karena kemampuannya menyerang target dari jarak lebih dari 145 km, dengan kecepatan hipersonik dan panduan radar ganda yang memungkinkannya menghindari serangan balik. Ini menandai penggunaan pertama rudal tersebut dalam pertempuran langsung.
Analis pertahanan Barat menganggap bentrokan ini sebagai tonggak penting dalam menilai teknologi militer China. “Ini adalah demonstrasi publik dari kemampuan kedirgantaraan Tiongkok,” kata Fabian Hoffmann, seorang peneliti rudal di Centre for European Policy Analysis.
Insiden ini juga menyoroti pergeseran aliansi militer regional. Menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), 82% impor senjata Pakistan berasal dari China, sementara India semakin beralih ke Prancis, Israel, dan AS karena mengurangi ketergantungan pada Rusia.
Keunggulan Teknis J-10C
J-10C memiliki desain aerodinamis yang lincah dengan konfigurasi sayap delta dan canard, memberikan kemampuan manuver yang tinggi. Beberapa versi dilengkapi dengan mesin thrust-vectoring (TVC) opsional untuk meningkatkan kelincahan pada kecepatan rendah.
Sistem radar Active Electronically Scanned Array (AESA) seperti KLJ-7A memberikan keunggulan dalam deteksi target dan ketahanan terhadap jamming. J-10C dapat membawa berbagai rudal udara-ke-udara, termasuk PL-15 jarak jauh yang memiliki kemampuan beyond-visual-range (BVR) dengan jangkauan lebih dari 200 km. Pesawat ini juga dilengkapi dengan avionik canggih, termasuk kokpit kaca yang dikendalikan AI dan tampilan yang dipasang di helm.
Perbandingan dengan Pesaing:
Dalam perbandingan dengan F-16V, J-10C menunjukkan kinerja penerbangan yang unggul, mesin yang lebih bertenaga, kecepatan dan ketinggian yang lebih tinggi, serta kemampuan manuver yang lebih baik. J-10C juga memiliki penampang radar yang lebih kecil dan lapisan stealth. Meskipun Rafale unggul dalam sensor fusion dan peperangan elektronik, J-10C berpotensi unggul dalam pertempuran udara-ke-udara dengan rudal PL-15./Ib.
