Stop Baju Kerja Monoton! Koleksi Tana Doang by Nina Nugroho Solusinya

0
IMG-20261016-WA0031

JAKARTA, AKURATNEWS.co – Jika bicara busana kerja profesional yang modest, anggun, tapi nggak ngebosenin, nama brand Nina Nugroho salah satu jawabannya. Dan di tahun ini, brand yang identik dengan Muslimah profesional itu kembali bikin gebrakan.

Di panggung In2motion Fest X Jmfw 2026, Nina Nugroho mempersembahkan koleksi terbaru: Tana Doang – Heritage in Motion. Koleksi ini diperlihatkan di gelaran Fashion Show di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (15/10).

Bukan sekadar koleksi baru, karya ini juga sebagai ‘surat cinta untuk Makassar’. Caranya? Dengan mengolah dua wastra ikonik Makassar: Tenun Lagosi dan Tenun Sarung Sengkang.

Lewat karya ini, Nina Nugroho ingin bilang kalau warisan budaya itu nggak harus berhenti di museum. Warisan itu harus bergerak, hidup, dan relevan. Semangat Makassar yang berani mengarungi lautan, kearifan membangun, dan kekuatan perempuannya yang luar biasa jadi inspirasi utama.

“Melalui koleksi ini saya menerjemahkan kekayaan budaya Makassar ke dalam bahasa desain yang relevan dengan perempuan profesional masa kini. Wastra tradisional tidak sekadar hadir sebagai elemen dekoratif, tetapi menjadi bagian dari identitas koleksi yang menyatukan nilai budaya dengan karakter busana profesional,” ujar Nina Septiana, sang desainer yang juga CEO PT Nina Nugroho Internasional.

Highlight pertama karya ini ada di Tenun Lagosi yang bertema tentang perempuan yang tumbuh tapi nggak lupa akar.

Tenun ini punya filosofi yang super relate sama DNA perempuan profesional yakni keseimbangan, ketekunan, identitas, dan keanggunan dari kesederhanaan.

Nina pun memaknainya sebagai simbol perempuan yang terus bertumbuh, naik jabatan, kejar mimpi, tapi tetap nggak meninggalkan akarnya. Tradisi ketemu modernitas, tapi nggak tabrakan. Harmonis.

Jika Lagosi tentang bertumbuh, Sarung Sengkang bicara tentang kehormatan. Wastra ini membawa filosofi Siri’ Na Pacce, harga diri, integritas, dan empati. Ditambah nilai kerja keras, kesabaran, kebersamaan, dan penghormatan pada leluhur.

Hasilnya? Siluet yang kuat tapi tetap elegan. Nggak kaku, tapi berwibawa. Cocok banget buat perempuan yang harus powerful di ruang rapat, tapi tetap lembut dan berakar.

Untuk koleksi Tana Doang ini, Nina Nugroho menyiapkan 8 look eksklusif yang super curated.

Bayangin: long outer yang flowy, jacket dengan potongan tajam, coat yang statement, sampai one set dengan detail tailoring super rapi. Semua di-mix dengan aksen wastra yang bold, bukan tempelan asal-asalan.

Palet warnanya juga berani tapi classy. Ada hitam timeless, cokelat bumi, merah berani, hijau dalam, sampai nuansa natural yang jadi canvas sempurna buat motif kaya dari Lagosi dan Sengkang. Motif bordirnya detail, pengerjaannya halus, khas Nina Nugroho banget. Dan ini bukan sekadar modest fashion buat ke kantor. Ini adalah identity.

Bagi Nina Nugroho, modest fashion itu bukan cuma soal tertutup atau tidak. Tapi soal karakter. Soal nilai. Soal perjalanan perempuan yang memakainya.

Dan lewat Tana Doang – Heritage in Motion, dia membuktikan kalau busana Muslimah profesional bisa punya karakter sekuat itu: modern, bermakna, dan Indonesia banget.

Menjaga warisan bukan berarti membuatnya diam. Tapi memberinya panggung baru untuk terus bergerak, dari Makassar untuk perempuan profesional di seluruh Indonesia. (NVR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *