PEKANBARU, AKURATNEWS.co – Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah provinsi di Sumatera dan mengakibatkan blackout selama dua hari terakhir memicu banyak kecaman publik.

Salah satu kecaman keras datang dari KNPI Riau. Ketua KNPI Riau, H. Nasarudin, SH, MH. Ia menilai kejadian ini menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, pelaku usaha, hingga sektor produksi yang bergantung pada listrik stabil.

“Kita sangat kecewa terhadap kinerja Dirut PLN atas terjadinya pemadaman total di berbagai wilayah Sumatera. Ini bukan persoalan kecil, karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Banyak aktivitas lumpuh, usaha masyarakat terganggu, hasil produksi rusak, bahkan rumah tangga mengalami kerugian besar akibat listrik mati total dalam waktu cukup lama,” tegas Nasarudin, Sabtu (23/5).

Nasarudin menilai, pemadaman massal ini menunjukkan lemahnya antisipasi dan sistem pengelolaan kelistrikan nasional di Sumatera.

Dirinya pun meminta Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi dan investigasi total di tubuh PLN.

“Jangan sampai ada oknum-oknum yang bermain dan mengorbankan kepentingan rakyat. Negara tidak boleh kalah dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat seperti listrik,” ujarnya.

KNPI Riau juga meminta PLN bertanggung jawab atas kerugian masyarakat, baik dari sektor produksi, UMKM, pedagang kecil, maupun rumah tangga. Banyak makanan rusak, usaha berhenti total, dan aktivitas ekonomi lumpuh akibat blackout.

“PLN harus hadir memberikan penjelasan terbuka kepada publik dan bertanggung jawab atas kerugian masyarakat. Ini harus ada bentuk pertanggungjawaban yang jelas,” tambah Nasarudin.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta pemerintah pusat memastikan sistem kelistrikan nasional benar-benar aman dan profesional.

PLN sendiri sudah buka suara terkait penyebab blackout ini. Direktur Utama (Dirut) PLN Darmawan Prasodjo menyatakan, gangguan bermula dari transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi sejak Jumat malam, 22 Mei 2026.

Cuaca buruk diduga memicu gangguan jaringan tersebut, sehingga jalur transmisi keluar dari sistem kelistrikan Sumatera. Kondisi itu memicu ketidakseimbangan beban, oversupply, dan lonjakan frekuensi serta tegangan. Akibatnya, sejumlah pembangkit otomatis keluar dari sistem.

“Dalam istilah publik, pembangkitnya otomatis padam,” kata Darmawan di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5).

Gangguan ini berdampak pada Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh. PLN langsung mengerahkan tim untuk mempercepat pemulihan dengan mengaktifkan pembangkit hidro dan gas sejak Jumat malam.

Wilayah Sumatera Selatan, Sumatera Tengah, hingga Sumatera Utara mulai mendapatkan pasokan listrik bertahap. Namun proses pemulihan penuh masih membutuhkan waktu.

Darmawan pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat terdampak. (NVR)

By editor2