Tembus Rp5 Triliun, YessCredit Gaspol Bidik Kota Tier Dua dan Tiga
JAKARTA, AKURATNEWS.co – Industri pembiayaan tengah ketat bersaing, tapi YessCredit tak mau menyerah begitu saja.
Perusahaan pembiayaan di bawah PT Pratama Interdana Finance yang berizin dan diawasi OJK ini telah mencatat akumulasi penyaluran Rp5 triliun hingga Juni 2026.
Tak cuma jago di kota besar. Dalam dua tahun terakhir, YessCredit sudah menggandeng lebih dari 12.000 mitra toko di 31 provinsi dengan total 8 juta pengguna terdaftar. Bahkan di kota-kota kecil dan berkembang, total pembiayaannya naik 133 persen.
Produknya juga makin luas. Tak cuma HP, sekarang mulai dari TV, komputer, laptop, perabot rumah, sampai sepeda listrik bisa dicicil di YessCredit.
Direktur YessCredit, Sylvia Yulianti Sirait menyebut, tren ini menjadi bukti kalau kebutuhan akses pembiayaan itu merata.
“Pertumbuhan YessCredit selama dua tahun terakhir menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan hadir di berbagai wilayah dan tidak terbatas pada kota-kota besar. Karena itu, kami terus memperluas jaringan mitra dan menghadirkan pilihan pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di setiap daerah,” kata Sylvia saat media gathering di Jakarta, Rabu (30/9).
Sylvia menegaskan, YessCredit berjalan bukan asal salur. Fokusnya di responsible lending.
“Kami menyadari industri pembiayaan memiliki tanggung jawab besar. Karena itu, kami memastikan konsumen memahami biaya dan ketentuan pembiayaan dalam aplikasi. Kami juga fokus pada perlindungan konsumen, termasuk keamanan data pribadi dan penyediaan kanal resmi YesssCredit untuk menyampaikan pertanyaan maupun keluhan,” ujarnya.
Agar makin dekat ke masyarakat, YessCredit mengenalkan semangat baru yakni “Yesss Pasti Bisa” sekaligus roadshow “Dekatkan Kesempatan”.
Roadshow pertama start di Tangerang pada 26 Oktober – 1 November 2026, lanjut ke Pekanbaru dan Manado hingga akhir tahun. Targetnya, lebih dari 2.000 pengunjung di tiga kota.
Di sana bakal ada promo kekinian: cicilan mulai 3 sampai 24 bulan, limit hingga Rp30 juta, bunga dan DP mulai dari 0 persen, plus gratis satu sampai dua kali cicilan.
“Kami berharap dengan roadshow ini, kami bisa memperkenalkan layanan sekaligus mengedukasi masyarakat agar bisa meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan di kota-kota berkembang. Kami menekankan memberikan pembiayaan yang bertanggung jawab. Kami akan memastikan bahwa konsumen yang mendapatkan fasilitas kami sudah di-assessment lebih dulu dan layak,” tutur Sylvia.
Ekspansi ke daerah terpencil pun tak gampang. Data pasar minim, pemain sejenis belum banyak.
“Kami memilih kota-kota tier dua dan tiga serta kami datang langsung. Kami mapping siapa saja pemain yang sudah ada di sana. Kebetulan ketika kami masuk, kebanyakan belum ada pemain seperti itu. Jadi data yang kami dapatkan sangat minim,” kata Sylvia lagi.
Dan YessCredit melihat solusinya adalah mengolah data pakai teknologi.
“Dengan data yang kami miliki, kami harus pintar mengolah data itu menjadi analisa yang baik. Kami menggunakan teknologi dan big data yang kami kumpulkan untuk menciptakan credit scoring yang bisa menganalisa profil risiko masing-masing customer,” jelasnya.
Perusahaan juga rajin monitoring kondisi ekonomi buat atur strategi risiko, biar bisnis tetap sustainable.
Soal edukasi, YessCredit tak setengah-setengah. Sejak awal marketing, konsumen diedukasi bedanya kebutuhan dan kemampuan bayar.
“Kredit hadir untuk memberikan option atau pilihan pembiayaan. Ketika konsumen dihadapkan pada pilihan, tentu kami juga mengedukasi konsumen untuk dapat memilih antara kebutuhan dan kemampuan. Dua hal ini berbeda, tetapi berjalan beriringan,” ujarnya.
Bahkan di aplikasi, setiap calon debitur wajib dapat Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) sesuai aturan OJK, mulai dari manfaat, tenor, cicilan, sampai jatuh tempo.
“Ketika ada pengguna aplikasi yang ingin mengajukan pembiayaan, perusahaan berkewajiban sesuai regulasi untuk menampilkan ringkasan informasi tersebut,” tutupnya. (NVR)
