JAKARTA, AKURATNEWS.co – Universitas Mercu Buana (UMB) kembali menggelar UMB Career Expo yang di 2025 ini untuk yang ke-22 kalinya.
Ajang job fair ini pun bukan hanya sekadar formalitas, tetapi sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan menghadapi revolusi keterampilan.
Acara yang berlangsung di kampus UMB Jakarta, Jumat (26/9) dan menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-40 Universitas Mercu Buana ini mengambil tema “Future-Proof Your Career: Embrace the Skill Revolution” dan dibuka Rektor UMB, Prof. Dr. Ir. Andi Adriansyah, M.Eng. ini menekankan pentingnya mahasiswa dan alumni memiliki kompetensi adaptif di tengah pasar kerja global yang kian dinamis.
“Mahasiswa dan alumni harus siap menghadapi perubahan cepat di dunia kerja. Revolusi keterampilan menuntut kita bukan hanya memiliki ijazah, tetapi juga keahlian relevan yang bisa langsung diterapkan,” ujar Andi.
Tahun ini, 35 perusahaan dari berbagai sektor industri ikut serta, mulai dari FMCG, keuangan, teknologi, otomotif, konstruksi, hingga kuliner. Beberapa di antaranya adalah PT Amerta Indah Otsuka, PT Sun Life Financial Indonesia, PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi, TP Indonesia, PT MAP Boga Adiperkasa, hingga PT Sambal Bakar Indonesia.
Ratusan lowongan kerja dan program magang dibuka, meliputi posisi digital marketing, sales engineering, IT, asuransi, social media specialist, digital creative, hingga riset dan pengembangan kuliner.
Menariknya, 30 perusahaan membuka rekrutmen langsung, sementara lima perusahaan lainnya menghadirkan showcase untuk memperkenalkan dunia kerja kepada mahasiswa, meski tanpa proses perekrutan.
Salah satunya adalah PT Elnusa, yang menyajikan gambaran pekerjaan dan menghadirkan alumni UMB yang kini berkarier di perusahaan tersebut.
Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan UMB, Dr. Irmulansati Tomohardjo, M.Si menegaskan bahwa Career Expo ini bukan seremoni belaka.
“Career Expo ini menjadi jembatan antara kampus dan dunia industri. Kami menghadirkan perusahaan terkemuka agar mahasiswa dan alumni memperoleh wawasan langsung tentang tren industri dan peluang karier. Jadi ini bukan formalitas, tapi benar-benar proses job fair yang serius,” kata Irmulansati.
Untuk memastikan efektivitas ajang ini, UMB menerapkan sistem seleksi ketat di lokasi, mulai dari tes, wawancara, hingga pelatihan singkat bagi pelamar.
Bahkan, pihak kampus melakukan monitoring alumni selama satu tahun pertama bekerja, termasuk menanyakan langsung ke perusahaan terkait kinerja dan kesejahteraan mereka.
UMB sendiri membatasi jumlah peserta Career Expo 2025 sebanyak 600 orang agar proses rekrutmen berjalan efektif.
Berdasarkan catatan tahun-tahun sebelumnya, 68–72 persen peserta lolos seleksi, sedangkan sisanya gagal karena masalah administrasi, kompetensi, atau memilih mengundurkan diri setelah diterima.
“Proses masih berlangsung sampai besok. Tapi berdasarkan pengalaman, angka kelulusan peserta ada di kisaran itu,” ujar Irmulansanti.
Selain rekrutmen, peserta Career Expo juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan tim HR perusahaan, menggali informasi tentang tren industri, serta memahami keterampilan yang dibutuhkan. UMB juga menegaskan komitmennya dalam menyiapkan mahasiswa sejak semester awal, melalui kurikulum adaptif, program magang yang diakui SKS, kegiatan bela negara, community service, hingga sertifikasi kompetensi nasional dan internasional.
Tak hanya itu, UMB juga mendorong lahirnya wirausahawan muda. Sekitar 10–15 persen alumni memilih jalur entrepreneur, dan kampus memfasilitasi mereka melalui program inkubasi bisnis.
Dengan tema besar tahun ini, UMB menegaskan perannya dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan kompetitif.
“Revolusi keterampilan adalah tantangan nyata. Melalui Career Expo ini, kami berharap lulusan UMB dan pencari kerja lainnya bisa menjadi talenta unggul yang siap menghadapi pasar kerja global,” pungkas Andi. (NVR)
