KENDARI, AKURATNEWS.co – Usai Gorontalo, calon presiden (capres) nomor urut satu, Anies Baswedan melanjutkan safari politiknya ke Kendari, Sulawesi Tenggara.
Setibanya di Bandara Haluoleo, Selasa (9/1), Anies disematkan sarung adat dan topi adat Kesultanan Buton yang disebut Kampurui oleh Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Sulawesi Tenggara, Ali Mazi.
Menurut Rektor Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Andi Bahrun, Kampurui memang biasa disematkan untuk tamu kerajaan dan tamu kehormatan. Termasuk, pejabat negara.
Kampurui, kata Andi, memiliki jambul di bagian atasnya. Ini menandakan derajat yang lebih tinggi.
“Tempurung dengan jambul menandakan lebih tinggi derajatnya,” jelas Andi.
Dalam kesempatan itu, bergema pula teriakan “Anies Presiden” dan “AMIN-kan Kendari” dari para pendukung.
Setibanya di Kendari, Anies pun menyempatkan diri membeli buah tangan khas Kendari di Bravo Souvenir. Ia membeli kacang mete dan kain tenun khas Kendari.
Gubernur Jakarta periode 2017-2022 itu lantas mencoba kacang mete yang dibelinya. Ia menilai buah tangan tersebut memiliki rasa yang tradisional, namun kemasannya modern.
“Barusan saya coba, rasanya enak. Kalau liat packaging-nya modern. Jadi rasanya tradisional, marketingnya modern. Kombinasi seperti ini yang dibutuhkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anies pun menegaskan bahwa kegiatan UMKM khas tradisi setempat perlu didorong agar terus bertumbuh.
“Saya ingin UMKM berkesempatan masuk ke nasional, sehingga bisa dirasakan semua masyarakat Indonesia, bukan daerah tertentu saja,” kata Anies.
Untuk merealisasikannya, Anies menyebut perlunya permudahan permodalan dan akses pasar. “Mulai dar pengajuan, hingga manajemennya agar terus berkembang lebih baik,” tutupnya. (NVR)
