JAKARTA, AKURATNEWS – Punya wajah cantik atau ganteng dan ribuan atau jutaan pengikut di media sosial bisa menjamin keberhasilan di dunia perfilman? Jawabannya tidak serta merta,
Hal ini diungkapkan aktris Putri Ayudya dan aktor Verdi Solaiman saat berbicara di webinar bertajuk ‘Mencari Aktor Terbaik, Peran Sanggar, dan Fenomena Artis dari Media Sosial’, Kamis (14/9).
Putri Ayudya menegaskan, untuk menjadi seorang aktor atau aktris, memiliki pengikut di media sosial hanya merupakan modal awal. Keterkenalan melalui media sosial harus diikuti dengan kemampuan akting yang baik serta kemampuan berinteraksi dengan aktor senior.
“Aktor dan aktris tidak hanya harus mampu berakting untuk perannya sendiri, tetapi juga harus memahami karakter tokoh yang mereka perankan dan memiliki visi yang sama dengan pemain lainnya,” imbuh Verdi Solaiman.
Webinar ini merupakan bagian dari Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XIII 2023 yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang. Acara tersebut telah diselenggarakan selama tiga tahun berturut-turut.
Putri Ayudya mencatat bahwa dalam awal kariernya, wajah bule dan keturunan Indo banyak diminati dalam perfilman Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, selera berubah dan aktor dengan wajah eksotik dan lokal mulai mendapatkan peran.
“Kami sebagai aktor dan aktris adalah garis depan dalam perfilman dan harus memiliki daya tawar. Daya tawar ini tidak hanya sebatas bayaran, tetapi juga mencakup kemampuan artistik,” ujarnya.
Verdi Solaiman menambahkan bahwa seorang aktor harus mampu menganalisis peran yang ditawarkan kepadanya. Dia harus dapat menyajikan argumen yang kuat terkait perannya.
Namun, keduanya setuju bahwa popularitas di media sosial bukan jaminan kesuksesan di dunia perfilman. Populer di media sosial hanya membantu dalam hal promosi, tetapi kualitas akting yang sebenarnya yang akan meningkatkan kualitas film secara signifikan.
“Semua produser akan mengatakan bahwa kita memerlukan popularitas, tetapi aktinglah yang akan mengangkat kualitas film secara langsung,” kata Putri Ayudya.
Verdi Solaiman menekankan bahwa penonton film di Indonesia berperilaku berbeda dengan di luar negeri. Meskipun seorang artis memiliki jutaan pengikut di media sosial, tidak ada jaminan bahwa mereka akan menjadi bintang film sukses. Penonton di Indonesia lebih selektif ketika memutuskan untuk menonton film di bioskop.
Dalam webinar ini, juga dibahas bagaimana media sosial memengaruhi dunia perfilman, terutama dalam hal mendukung pencarian bakat-bakat baru. Media sosial memungkinkan pembuat film untuk menemukan aktor berbakat yang cocok untuk peran-peran tertentu.
Dalam sambutannya, Dra Ruliah Hasyim, Pamong Budaya Ahli Muda yang mewakili Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, mengakui bahwa media sosial telah menjadi alat yang sangat berguna untuk menemukan bakat-bakat baru di dunia perfilman.
Webinar ini merupakan upaya FFWI untuk memahami lebih dalam kualitas keaktoran dan pengaruh media sosial terhadap dunia perfilman. Presiden FFWI, Wina Armada Sukardi, menyatakan bahwa memilih aktor terbaik selalu menjadi perdebatan dalam penjurian festival film, dan webinar ini bertujuan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini. (NVR)
