JAKARTA, AKURATNEWS.co – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online yakni Ngobrol Bareng Legislator dengan mengusung tema: “Membangun Mentalitas Spiritual yang Tangguh di Era Digital”, yang diselenggarakan pada hari Kamis, 14 Maret 2024 melalui platform zoom meeting.
Dalam seminar Ngobrol Bareng Legislator ini, terdapat empat narasumber yang berkompeten pada bidangnya, yaitu Bapak Dr. H. Jazuli Juwaini, MA. yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI. Narasumber kedua yakni Bapak Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI serta mengundang Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si. selaku Dekan FKIP UNTIRTA & Presidium FSPP Prov. Banten. Selain itu, dalam acara ini juga turut mengundang bapak Muhammad Iqbal, S.Psi., M.Sc., Ph.D selaku Rektor Institut Bisnis dan Komunikasi Swadaya.
Acara ini merupakan inisiasi yang di dukung oleh Kementerian Kominfo terhadap Program Ngobrol Bareng Legislator yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat,
Selain itu juga untuk memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. Seminar ini terdiri dari beberapa sesi, yaitu sesi pembukaan, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan sesi penutup.
Sesi pemaparan diawali oleh pengantar dari Dr. H. Jazuli Juwaini, MA. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa era digital bagai “sebilah pisau”, bermanfaat di tangan yang tepat, tapi juga bisa membunuh atau melukai di tangan orang jahat dan tersesat.
:Digital menghadirkan banyak peluang manfaat sekaligus tantangan, kemajuan suatu bangsa didorong oleh penguasaan teknologi infomasi. Berbagai kemudahaan dalam kehidupan karena hadirnya teknologi informasi, namun juga tidak sedikit madhorot dan ancamannya bagi kepribadian baik level individu maupun kebangsaan. Berbagai penyalahgunaan dan kejahatan. Infiltrasi nilai dan budaya yang menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan identitas kebangsaan sehingga adanya spiritualitas dan kearifan sosial menjaga indonesia karena pilar Indonesia merdeka adalah pengakuan atas berkat Rahmat Allah SWT dan keinginanan untuk mewujudkan tujuan bernegara,” papar Jazuli Juwainia.
Paparam elanjutnya berupa sambutan oleh Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa,
“Transformasi digital di Indonesia yang kini menjadi nyata dan menjadi manifestasi dari tekad bangsa ini dalam mengadopsi dan mengintegrasikan teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam menghadapi dinamika ini, maka dibutuhkan kerjasama yang cepat dan sinergi menjadi kunci untuk tetap terwujudnya agenda transformasi digital di Indonesia. Media sosial tentunya menjadi bagian integral dari perkembangan teknologi digital, tidak hanya mempengaruhi tren dan gaya hidup, tetapi juga mencerminkan dinamika masyarakat modern yang semakin terkoneksi secara global,” kata Semue;.
Paparan ketiga disampaikan oleh Fadlullah, S.Ag., M.Si. Dalam pemaparannya Fadullah menjelaskan;
“Spiritualitas di Era digital yaitu mewujudkan perdamaian dunia dengan menjaga kerukuan antar umat beragam dan menjamin kebebasan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan. Semua warga dunia terhubung dengan mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan universal: adil dan beradab. Komitmen bersama mengelola sumberdaya alam berwawasan lingkungan secara berkelanjutan untuk mewujudkan kemakmuran universal,”.
Sesi pemaparan terakhir disampaikan oleh Muhammad Iqbal, S.Psi., M.Sc., Ph.D. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa;
“Membangun mentalitas spiritual yang tangguh di era digital adalah suatu keharusan dalam menghadapi tantangan kompleks dan cepatnya perkembangan teknologi. Dengan memahami esensi spiritualitas, menyadari tantangan yang dihadapi di era digital, dan menerapkan strategi yang sesuai, kita dapat mencapai keseimbangan yang lebih baik antara dunia digital dan kebutuhan spiritual kita. Meditasi, pengaturan waktu online yang bijak, membangun komunitas dukungan, dan praktik kebajikan menjadi instrumen penting dalam mencapai tujuan ini. Melalui integrasi yang bijak antara teknologi dan spiritualitas, kita dapat memperkuat kesejahteraan mental, emosional, dan spiritual kita di tengah dinamika era digital yang terus berkembang. Dengan demikian, membangun mentalitas spiritual yang tangguh tidak hanya menjadi suatu kebutuhan, tetapi juga suatu strategi penting dalam menjalani kehidupan yang berarti dan bermakna di era digital ini.” papar Muhammad Iqbal.
