JAKARTA, AKURATNEWS – Kepala Sekolah Ekspor Nasional (SEN), Dr. Handito Joewono tak bisa menyembunyikan rasa haruannya saat berkomentar balik atas ungkapan Juara I kompetisi Export Startup Matchup Seri ke-1 2023, Amelia Desta yang mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman dan Cavin Phung, mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur yang bergabung dalam Tim Startup Export ‘Sara by Meca’.

Handito terharu lantaran Juara I kompetisi mencari eksportir muda berbakat tersebut bukannya membanggakan dirinya sebagai pemenang, tetapi justru menunjukkan kerendahan hati dan mengajak finalis lainnya bekerjasama meningkatkan ekspor dari eksportir pemula khususnya dari kalangan generasi muda bahkan sejak masih mahasiswa.

Amelia dan Cavin merupakan mahasiswa peserta Proram Kampus Merdeka Kemendikbudristek RI pada Studi Independen ‘Be A Digital Exporter’ yang dilaksanakan Sekolah Ekspor Nasional.

Handito mengungkapkan, salah satu topik penting dalam materi di Sekolah Ekspor yaitu ‘Be A Good Exporter’ memang meminta calon eksportir yang belajar di Sekolah Ekspor Nasional punya kompetensi ekspor berupa attitude, knowledge dan skill. Ia juga menggarisbawahi pentingnya membangun attitude sebagai eksportir dengan karakter khas Indonesia yang rendah hati dan bergotong royong.

Hal ini yang membuat Handito terharu karena anak muridnya yang juara pertama Export Startup Matchup mengungkapkan karakter ke-Indonesia-an dan plus menceritakan bagaimana mereka berdua yang berbeda latar belakang dan berbeda perguruan tinggi bisa bergabung dalam satu tim untuk berkolaborasi masuk pasar global.

“Menjadi eksportir Indonesia masa depan adalah menjadikan generasi muda sebagai nasionalis global, generasi muda Indonesia yang cinta tanah air dan berwawasan global. Juara pertama ESM Seri ke-1 2023 ini mengembangkan produk ekspor kreatif yaitu contemporary ecoprint fashion khas Indonesia yang saat final Export Startup Matchup di KBRI Singapura beberapa hari lalu memaparkan bahwa produk karyanya terjual laris manis saat dipasarkan di expo produk life style di Mal Junction 8 Singapore sebagai bagian dari acara Jalan Jalan Ekspor Internasional yang juga menjadi fasilitas bagi para finalis ESM,” beber Handito di Jakarta, baru-baru ini.

Dikatakannya, mencetak eksportir baru, terutama dari kalangan generasi muda dan khususnya mahasiswa, merupakan keharusan bagi Indonesia agar bisa menjadi eksportir utama dunia.

“Sekolah Ekspor merupakan pemrakarsa dan pelaksana Program Kolaborasi Nasional Mencetak 500.000 Eksportir Baru di 2030 bersama lima asosiasi usaha dengan dukungan KADIN dan APINDO yang diresmikan Menteri Perdagangan RI dan Menteri Koperasi dan UKM RI di SMESCO pada 17 Februari 2021,” jelas Handito lagi.

Berbagai kegiatan strategis dalam rangka mencetak eksportir baru sudah dan sedang dilakukan Sekolah Ekspor Nasional. Diantaranya Export Startup Matchup dan melaksanakan Program Kampus Merdeka Kemendikbudristek RI pada program Studi Independen ‘Be A Digital Exporter’ oleh Sekolah Ekspor dan Studi Independen Vokasi Digital Ekspor Fesyen oleh LaCorre yang merupakan fashion export school pertama dunia yang dikembangkan bersama Sekolah Ekspor Nasional dimana pada semester gasal 2023/2024 diawali dengan onboarding nasional pada 14 Agustus 2023 dengan total 1.000 mahasiswa dari lebih 150 perguruan tinggi seluruh Indonesia akan mengikuti Studi Independen Digital Ekspor di Sekolah Ekspor dan Lacorre.

“Indonesia perlu memiliki tekad kuat menjadi salah satu eksportir utama dunia dengan nilai ekspor lima besar dunia ketika Indonesia diharapkan menjadi negara dengan GDP Lima Terbesar Dunia di 2045,” beber Handito.

Selanjutnya, sebagai bagian dari komitmen yang berkelanjutan, Sekolah Ekspor dan Lacorre, bersama Arrbey National Startup yang dikembangkan Arrbey Consulting dan Yayasan Startup Nasional juga telah mengumumkan dimulainya Export Startup Matchup seri ke-2 yang diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Lahir ASEAN pada 8 Agustus 2023 oleh Kepala Program MSIB Kampus Merdeka Kemendikbudristek RI, Dr. Wachyu Hari Haji bersama Kepala Sekolah Ekspor Nasional, Dr. Handito Joewono.

Pendaftaran ESM Seri ke-2 akan dimulai pada tanggal 14 Agustus 2023 yang terbuka untuk mahasiswa peserta Program Kampus Merdeka dari seluruh Indonesia. ESM Seri ke-2 mengangkat tema ‘Sustainable Export for A Better Indonesia’. (NVR)

By Editor1