YOGYAKARTA, AKURATNEWS.co – Di hari pertama 2024, capre nomor urut satu, Anies Baswedan berziarah ke makam ayahandanya Drs. Rasyid Baswedan, SU di Makam Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.
Untuk diketahui, Rasyid Baswedan adalah Pembantu Rektor II UII 1990-1994, Dekan FE UII 1978-1980, dan Dosen FE UII 1967-2003. Rasyid lahir di Kudus 21 September 1934 dan wafat di Yogyakarta pada 13 September 2013.
Seusai ziarah Anies menjelaskan, ayahandanya selama 36 tahun mengabdi jadi dosen di UII.
“Dan selalu jadi dosen teladan,” ujar ibunda Anies, Prof Emeritus Aliyah Rasyid.
“Ayahanda ini dimakamkan di salah satu makam pertama di UII,” lanjut Anies.
Anies pun mengungkapkan pesan terakhir ayahandanya yang relevan dengan amanah besar yang sedang diembannya untuk membawa perubahan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Saya ingat di bulan September 2013, pesan terakhir ayahanda, dalam diskusi di rumah pada malam-malam terakhir, kalau mau hidup nyaman di rumah saja, tidak usah mengikuti macam-macam. Tapi kalau mau terlibat di masyarakat, jangan pernah khawatir dengan apa yang dikatakan orang,” ujar Anies.
Pesan itu dibenarkan oleh ibunda Anies, Prof Aliyah.
“Bapak waktu itu sedang sakit tapi berpesan kalau mau berjuang jangan takut dengan kata orang,” ujar Prof Aliyah.
Sebelumnya, Anies juga mengunjungi rumah Abdurrahman Baswedan atau AR Baswedan di Taman Yuwono No 19 Jalan Dagen Yogyakarta bersama keluarga.
Di sana Anies menunjukkan dan menceritakan bagian bagian bersejarah dari rumah kakeknya yang juga pahlawan nasional kemerdekaan Indonesia tersebut kepada anak anak serta para anggota keluarga yang lain.
Salah satunya bagian belakang pojok rumah yang bagian atas atapnya menjadi tempat persembunyian AR Baswedan dari ancaman PKI waktu itu.
“Di bagian atas ini ada tempat di atas plafon untuk kakek bersembunyi jika sewaktu-waktu ada ancaman dari PKI,” cerita Anies, Senin 1 Januari 2023.
Anies juga menceritakan tentang ruang tengah yang menjadi tempat berkumpul keluarga dan menjadi saksi bisu keguyuban keluarga besar Anies.
“Ruang ini dulu terasa besar. Bahkan saat Idul Fitri menjadi tempat berkumpul sanak keluarga hingga 60-an orang,” ujar dia.
Anies juga kemudian berfoto di pojok ruang tengah bersama ibundanya Prof Emeritus Aliyah yang menapaktilasi foto memori ulang tahunnya yang pertama.
Lalu Anies dan keluarga berfoto pada bagian di antara dua jendela di ruang tengah rumah bersama keluarga.
“Kekhasan kalau foto di rumah ini, tandanya adalah jendela ini. Jadi kita foto di bagian jendela ini,” ujar Gubernur DKI Jakarta 2017-2022.
Aktivitas foto bersama anggota keluarga pun kemudian dilakukan di seputar dua jendela di ruang tengah dengan menghadap ke bagian dalam dan ke bagian luar di samping rumah dari sisi jendela. (NVR)
